3 komentar

EXPO oh EXPO

Kembali menuliss.. ihiiyy.
Gue amat bersukur pada Allah yang mendengar doa gue, kenapa?
Setelah mengalami perjalanan datar di tiap harinya karena sewaktu pagi gue bangun, les, pulang, makan, nonton tv, denger radio, dan tidur akhirnya gue mendapatkan kegiatan.
Selama seminggu gue berkegiatan . yeaahhh,, hal ini berhasil menghilangkan kejenuhan gue.

Gue mengikuti Education Expo. Isinya adalah pameran sekolah. Dari SD sampe SMA ada di sana. Tujuannya si Cuma buat seneng2 aja sekalian mengumbar informasi tentang Penerimaan Siswa Baru.
Acara ini ada dari hari kamis – minggu tanggal 20-23 Mei 2010, tapi karena preparation, gue dateng ke sekolah dari hari senin untuk Ngomongin bakal gimana nanti dan nanti mau gimana? (sama aja woy!)

Tiap sekolah ada stand nya masing – masing. Saat itu gue merasakan betapa indahnya hidup dengan nistanya dibatasi. karena hanya diberi jatah sepetak (3x2) untuk memamerkan hal. Sekolah gue (dibaca : SMAN2BEKASI) menampilkan demonstrasi ringan tentang Nuklir (kerja sama dengan BATAN), Chitosan (pengawet alami dari kulit udang), daur ulang sampah plastik (dibuat jadi tas, tempat pensil), dan IT concept. Gue bertanggung jawab pada bagian IT itu, di meja kecil itu, ada monitor sebagai output dari laptop yang isinya pemutaran film – film yang dibuat sama anak SMA gue. Selain itu ada rubik yang dimainin untuk mengisi kekosongan waktu, dan yang paling digemari oleh semua kalangan usia adalah Mainan mobil2an. Hehehe. Ber nama ‘Smart Car’ dan berkonsep algoritma berfikir.



Mainan ini adalah barang yang membuat stand gue ramai dikunjungi oleh anak SD. Hal ini membuat gue punya teman baru. Namanya Rahma dan Rizal. Mereka adalah 2 bocah SD korban keganasan orangtuanya yang sibuk mengurusi Stand nya masing2 sehingga anaknya malah keasikkan main di stand sekolah gue. Dengan adanya dua bocah itu, cukup membantu gue dalam bertugas. Dua orang itu gue berdayakan untuk melayani tamu yang datang untuk main. Jadi gue tinggal mengawasi aja dari jarak setengah meter sambil makan snack tanpa perlu menjelaskan teknis permainannya ke tamu yang datang. Hehehe. Cukup gue kasih Pin, mereka akhirnya dengan senang hati membantu gue. Untungnya mereka gak tau kalo gue punya niat terselubung hehehe. Kehadiran dua anak kecil justru membuat gue punya tanggung jawab moral.



Gue bertanya dengan nada biasa dan ramah “kamu kesini sama siapa dek?”
“sama mamah.” Dia menjawab tanpa melihat muka gue dan terus ngotak – ngatik mainannya.
“Mamahnya di mana?” gue nanya tanpa merasa takut.
“Di sana, lagi jaga juga ka.” Masih terus berusaha memecehkan masalah dalam mainannya.
“ohh gitu.” Gue mulai seram, gue bertanggung jawab sama keselamatan dua bocah yang masih kelas IV SD ini.

Setelah bermain berkali2 ni anak malah ketagihan main, dan terus nongkrong di stand gue. Sesekali nyokapnya dateng untuk memastikan nasib anak nya dan setelah itu pergi lagi.

Pesan dari Ka’ aziz buat
Rahma : “kamu kalo menang terus jangan sombong yahhh.. gak baik tauk.”
Rizal : “muka kamu mirip sama temen sekolah aku.”
1 komentar

F L A T

Hari-hari gue bagaikan layar TV (dibaca : Flat). Tiap hari bangun pagi, shalat subuh, tidur lagi (ENGGA!), turun melihat ade gue yang udah bersantai – santai juga karena dia udah UASBN dan udah diterima secara resmi menjadi murid SMP. (inilah dampak dari masuk sekolah ke jenjang selanjutnya dengan metode tes tulis+wawancara dengan waktu yang lebih cepat dari kelulusan). Ade gue tiap hari Cuma bangun mandi solat subuh, pake seragam SD nya untuk saat-saat terakhir, nonton Sport 7 sambil sasrapan dan saat gue liat dengan seksama, dia udah mulai males membawa buku ke sekolah dan menggantinya dengan se kotak Catur.

Saat gue sedang menonton Sport 7, ade gue mulai melakukan aktivitas mencurigakan.

Gue curiga dengan mengerutkan kening sambil memegang remote TV
“kamu ngapain? Kog sibuk sendiri pagi-pagi gini? Kalo beresin buku tuh semalem”

“Engga papa mas.” ade gue menjawab tanpa melihat muka gue dan sedang sibuk2nya memasukkan barang ke tas.
“bawa apaan tuh?” gue curiga dan bersiap menimpuk pake remote kalo dia bilang . . . .
“catur mas. Di sekolah udah gak ngapa-ngapain, jadi tiap hari ya main catur ajah sama temen.” ade gue menjawab nya dengan tenang sambil menutup resletting tas nya itu.
“ohhhh caturr. Terus bikin tournament gitu di kelas?” gue mendengar nya lega. kalo dia bilang “ini bom mas, aku udah bosen lihat kembang api di malam hari, jadi aku bawa bom buat ngebom sekolah sambil bersorak di siang hari” gue akan membabi buta menimpuknya dengan remote tv, remote dvd, remote ac, remote control pesawat2an dan remote tv tetangga.

Ya begitulah, setelah itu gue mandi jam setengah tujuh dan sarapan jam 6.45-7.00. jam tujuh pas atau lewat dikit lah gue mengeluarkan motor gue, menstater nya dengan halus membaca doa dengan mengangkat kedua tangan gue sambil duduk di motor dan cabuuuutttttttt ~ pergi Les di tempat les Nurul Fikri yang (di tempat gue) jarang cewek cakepnya dan berhasil membuat gue terkadang males untuk les. Hehe

Gue les di Nurul Fikri, yang udah cukup banyak yang tahu. Kayaknya si kalo denger ini nama bimbel banyak yang komen aneh.
“penuhh banget,berisik, bla.bla” gue suka agak gusar mendengarnya. Hehehe.
Fact nya adalah ni bimbel amat murah dengan kualitas yang bukan murahan. Karena murah itu jadi muridnya harus banyak. Kalo dibandingkan dengan bimbel lain yang sekelas Cuma 5, 10, atau 15 orang sekelas pasti bayarnya juga diatas 3 juta. Gue dua tahun di NF dan gue nyaman. Kenapa? Karena sholat gue terjaga, dan gue ngerasa adem aja belajar di sana. Bukan karena AC, tapi pandangan gue tenang. Gue melihat cewek2 berkerudung dan itu menyejukkan. Berbeda dengan bimbel lain yang bebas. Temen gue yang bimbel di tempat bebas suka cerita kalo cewek2nya tu suka pake celana pendek, dan menurut gue itu amat gak efektif buat belajar. Gue dengan tingkat keimanan yang tipis, Gue akan terganggu sangat kalo sekelas dengan cewek seperti itu. Kenapa?? Karena gue akan gelisah tiap hari dengan melihat cewek2 itu. Bisa - bisa gak akan masuk tu pelajaran.


pulang les jam 10an, sampe rumah setengah11 nonton FTV di SCTV, jam 12 ke mesjid buat solat, dan main PS bareng ade gue. Sorenya bantu2 nyokap berberes rumah. Malemnya makan, tidur ~ ~ ~ (kapan belajarnya???!!!!) hehehe..
0 komentar

cara ngedit ala Raditya Dika

1. Kasih jarak dulu
Sebelum mengedit tulisan kamu, simpen dulu tulisan tersebut minimal satu minggu. Begitu kamu selesai menulis draft 1, jalan-jalan dulu, lupakan tentang naskah kamu. Baru, setelah seminggu, kembali ke naskah kamu. Dengan memberikan waktu/jarak seperti ini, pasti mata kamu dalam membaca naskah kamu akan lebih fresh. Mata kamu akan menjadi mata seorang pembaca yang bisa melihat kesalahan-kesalahan yang mungkin tidak terlihat sewaktu sedang menulis dulu.

2. Lebih padat lagi!
Bagi gue, mengedit lebih berarti memotong, atau merampingkan. Gue akan lihat kalimat-kalimat yang bisa dibuat lebih “padet”. Gue akan coba menggunakan kata yang lebih sedikit untuk tujuan yang sama. Misalnya, di naskah ada tulisan: “Gue sama sekali enggak tahu apa gue harus pergi ke sana atau tidak.” Kalimat ini akan gue buat lebih padet dengan menulisnya seperti ini aja: “Gue bingung ke sana apa enggak.” Kalimat dengan jumlah kata yang sedikit seperti ini membuat tulisan kita tidak terasa “sesak” dan “ramai”.

3. Kurangi kalimat pasif
Gue pasti sebisa mungkin menggunakan kalimat aktif. Setiap kali gue nemu kalimat pasif, pasti gue ubah menjadi aktif. Seperti misalnya: “Ketimun itu diambil Edgar” akan gue ganti menjadi “Edgar mengambil ketimun”. Penulisan kalimat dalam bentuk aktif akan membuat pembaca bisa membayangkan kalimat tersebut dengan lebih visual. Kalimat aktif juga membuat pembaca merasa tulisannya bergerak maju, dan orang-orang ditulisan tersebut terasa melakukan kegiatan.

4. Speaker attribution
Speakter attribution berarti frase yang menandakan siapa yang berbicara dalam kalimat langsung. Misalnya “kata Edgar”, atau “kata gue”, atau “kata Nyokap”. Biasanya dalam mengedit gue akan membuat dialog menjadi lebih enak divisualkan dengan mengganti/mencampurkan speaker attribution dengan sebuah kegiatan.

Misalnya:

“Gar, di buku Marmut Merah Jambu ada cerita tentang kamu ya!” seru gue.
“Sudah cukup, Bang! Aku udah gak mau lagi ditulis di buku Abang,” kata Edgar.
“Tapi Gar, kalo abang kasih sepuluh ribu perak mau?” tanya gue.
“Mau, Bang! Mau!” kata Edgar.

Gue edit menjadi lebih visual dan tidak membosankan menjadi:

“Gar, di buku Marmut Merah Jambu ada cerita tentang kamu ya!” seru gue.
“Cukup, Bang!” Edgar menggelengkan kepalanya. “Aku udah gak mau lagi ditulis di buku Abang!”
Gue mengeluarkan dompet, “Tapi, Gar… Kalo abang kasih sepuluh ribu perak mau?”
“MAU BANG! MAU!”
Harga diri Edgar ternyata lebih murah daripada gue kira.

4. Cek typo
Selalu cek dan re-check tulisan kamu sudah bebas kesalahan ketik. Tidak ada yang lebih nyebelin buat editor penerbit baca selain naskah yang banyak salah ketik.

5. KISS = Keep It Simple, Stupid!
Gue adalah tipe penulis yang selalu menghindari penggunaan kata yang terlalu berat. Kalau gue nemuin kata seperti ini dalam buku gue: “Dia harus lebih konsisten dalam mengaktualisasikan idenya.” biasanya gue akan ganti menjadi “Dia harus lebih sering mewujudkan idenya.” Kata-kata dalam Bahasa Inggris yang keluar pas lagi nulis draft pertama seperti “gesture” gue pasti rubah menjadi “sikap”. Sebisa mungkin gue menulis dengan istilah yang lebih banyak orang tahu. Semakin simpel, semakin baik. Menulis bukan untuk memberitahu kamu pintar dan ngerti banyak kata-kata aneh, tapi untuk mengkomunikasikan cerita kamu secara efektif kepada pembaca.

6. Struktur dulu, baru komedi
Karena gue adalah penulis komedi, sewaktu menulis gue berusaha untuk tertawa pada jokes gue. Kalau gue ketawa, berarti jokesnya berhasil, paling enggak buat gue. Kalau lagi editing, gue emang jarang ketawa sama jokes yang gue buat sebelumnya (karena udah tahu apa jokesnya apa). Tapi, biasanya gue akan selalu mencari celah untuk memasukkan komedi ke dalam tulisan gue sembari gue mengedit.

Buat kamu yang mau menulis komedi, jangan takut kalau dalam draft pertama tulisan kamu belum lucu. Komedi akan datang sendirinya kalau struktur tulisan kamu sudah rapih dan benar. Konsentrasi dulu dengan cerita yang mau kamu sampaikan, dan komedi bisa ditambahkan/dieksplorasi pada saat rewriting. Hindari penulisan komedi yang malas seperti memasukkan tebak-tebakan, cerita lucu, ini semua harus dihapus pas lagi ngedit tulisan kamu.

7. Hindari hal-hal klise
Gak tahu dengan penulis lain, tapi gue gak terlalu suka dengan penggunaan istilah yang klise seperti “Dia seperti tong kosong nyaring bunyinya”, atau “Dia cewek terindah yang pernah gue lihat”, atau “Gue cinta sama dia setengah mati”. Istilah klise ini selain sudah terlalu sering digunakan, juga tidak memperkaya tulisan kita sendiri. Setiap kali ngedit, gue mencari istilah-istilah klise ini, membuangnya, dan mencari metafor lain yang belum pernah dipakai sebelumnya.

8. Udah kelar? Edit lagi!
Writing is rewriting. Kalau kamu pikir editan kamu udah bagus, kasih jarak seminggu, lalu baca ulang dan edit lagi. Ulangi sampai kamu merasa tulisan kamu sudah benar-benar bagus. Kecuali kalo kamu ditungguin editor dan naskahnya sudah masuk deadline mau terbit kayak gue. Huehehehhe..

Semoga membantu calon-calon penulis yang juga lagi nulis/ngedit tulisannya. :D

courtesy www.radityadika.com
1 komentar

ANAK SD

Punya sebiji ade kelas VI SD membuat gue selalu menganalisis kehidupannya. Secara garis besar kehidupan anak SD masa sekarang jauh lebih maju dibandingkan masa SD gue dulu (sekitar 6 taunan yang lalu).

Obrolannya, cara bicaranya, dan gadget. (anjirrr. Anak SD sekarang udah punya gadget yang bikin gue iri) heheheheehe.

Obrolan mereka sudah jauh dari omongan anak kecil. Mereka udah ngomongin orang, ngomongin temennya, ngomongin guru, ngomongin musik, dan musiknya ternyata gak jauh dari musik musik yang ada di acara musik di pagi hari.

Anak SD sekarang udah punya account di Facebook, salah satunya gue kenal dengan temen ade gue itu karena kakaknya temen ade gue itu adalah temen gue juga. Hehe.
Gak ngerti yahh..
Gue = kakaknya temen ade gue.. ade gue bertemen dengan adenya. Jadi kami adalah kakak ade berteman. Ehehehe.

Gue ngeliat profile nya dan dengan tersentak gue melihat di statusnya. Dan hebatnya dia udah ada status ‘in relationship’ . wow gue takjub. Semakin canggih zaman, ternyata makin hebat ajah.
Anak SD udah pacar2an . emang sih ada yang namanya Monkey love, tapi dahsyat ajah, mereka dewasa lebih awal. Gue gak mau bayangin anak2 kelak udah jenggotan bewarna putih saat umur mereka masih 14 tahun.

Sampai gue menulis sekarang, di sebelah gue ada temen2 ade gue lagi main, ada yang main catur dan ada yang main kartu Remi, sambil diiringi lagu Peterpan-semua tentang kita. Itu lagu diputer dari handphone temennya ade gue. FYI, handphone nya lebih cihuy dari handphone gue.

4 thumbs up buat anak SD sekarang, intelegensinya tinggi, cara komunikasi mereka hebat, penguasaan gadget mereka cihuyy, dan tetap pintar dalam urusan akademis sekolah. Sungguh hebat bibit – bibit Negara kita, mudah2an mereka2 tidak tercemar dengan hal2 yang buruk yang akan membuat mereka terjun ke dunia korupsi. ahhaha
1 komentar

FIFA World Cup 2010

Yahh, even besar2an itu akan diadakan pada bulan Juni 2010, at least sebulan lagi. Gue iseng memperhatikan kebiasaan masyarakat semua, dari bahan obrolan, iklan-iklan di TV.

Entah kenapa gue lagi seneng banget ngomentarin iklan – iklan di TV, mungkin kebiasaaan gue tiap hari di rumah membuat gue amat intim dengan yang namanya TV.

Karena piala dunia BOLA dengan seketika para hewan bisa memainkan bola, gara2 BOLA anak kecil di sekitar rumah gue mulai menambah lama waktu mereka main di lapangan deket rumah gue. Dan iklan yang amat bikin gue geli, yaitu iklan semen, dengan beriklan animasi gitu terlihat si tukang bangunannya lagi jadi kipper. Saat itu, lagi bersiap2 buat tendangan penalty. Waktu penendang itu mulai ancang2 dan tendang ! tiba2 waktu seakan mati, dan si kipper tadi langsung dengan cepatnya membangun tembok yang berhasil menutupi gawang itu, terus waktu hidup kembali dan dengan hebatnya tu bola yang tadinya diarahkan ke gawang malah memantul dengan dahsyat dan sang kipper dengan nistanya bersorak-sorai karena tendangan penalty yang amat horror itu berhasil gagal

karena BOLA pula, orang jadi bisa menambah penghasilan mereka dari berdagang atribut2 bola atau team kesayangan masing-masing orang. Sungguh BOLA yang bundar dengan rumus luas 4xLuas Lingkaran itu amat berdampak sistemik pada masyarakat.
0 komentar

DISCOGRAPHY ABU - ABU



Alhamdulillah. Syukur teramat dalam hamba sampaikan pada-Mu ya Allah.
Masa SMA udah gue lalui dengan nista dan tanpa beban yang berarti itu semua karena lindungan Allah ta’ala.

Gue masih inget banget dateng jam 5 pagi ke sekolah Cuma buat MOS. Ngeledek anak paskib yang lagi promosi dengan baju hitam-hitam yang saat itu gue dengan indah nya nyeletuk dan sekelas pada ketawa. (gue senang saat itu).

Kelas X gue hiasi dengan membuat 2 film. ‘Jejak kaki’ dan ‘dua jiwa’ (okeh, jangan ngebayangin alurnya dari judulnya, gue emang gak jago buat judul, tapi kalo alur boleh diadu). Masuk organisasi sekolah yang bernama DPK (yang kedudukannya lebih tinggi dari OSIS) Berteman dengan kawanan tikus hehehe.. dan kami menamakan dengan ‘Kampak’ gue juga gatau apa artinya. Kalo hari kamis yang pulangnya agak longgar malah nonton di bioskop. Beginilah cobaannya kalo sekolah dengan berbagai Mall dan tentunya tiap mall ada bioskop nya. Berfoto-foto dengan blazer kelas, nginep di rumah fadly waktu ngerjain tugas Biologi dan malamnya kita patroli banci dan jablay karena gelora masa muda menggebu” untuk mencari tahu. (Fadly, ucupp, Dewa, hafis, farul, reza, aseep, rusman, adil, satrio, ardha, adi dan semua anak Becekx lo temen baru gue saat kelas X, thanks guys). Emhh, gak Cuma seneng2, awal kelas X ada mentoring, karena kami bermuka perampok jadi ikutan mentoring, dan alhamdulillah sampe kami lulus saat ini mentor ini masih terjaga. Yeaahh! buat mentor kami ka Dodi anak sipil UI 2006.

Kelas XI gue horror, dapet temen baru cowok2 yang terkenal ganas. Di otak gue selama setaun kedepan gue akan tersiksa dan terkekang dan akan mempengaruhi kencing gue menjadi belok – belok. Badan gue gede, pasti gampang diciriin dan gue makin takut karena suatu hari gue jadi takut diperkosa ama cowok2 itu (hueeekkkk, gue mau muntah nulis kalimat ini). Tapi cahaya seakan datang, gue jadi Ketua DPK hehehe.. dan ada anak baru mucul di semester dua. Firyan. Seorang perjaka tulen dengan suku bangsa jawa dan kayaknya belom puber. Hehehe. .anaknya pinter, alim, rajin solat + ngaji + teman baik dengan rumus2. gue jadi merasa tenang. Dan karena ada dia, atmosfer kelas jadi teduh yang sebelumnya kayak suasana warung remang-remang lapangan banteng. Hehehe. (Alhamdulillah, Allah memberi hidayah pada kami. YEAH ! ). Gue bertemu gadis bernama Andis, seorang katolik yang akhirnya menjadi pacar gue. (tanpa dikira2 sama sekali) setaun lebih pacaran ama dia dan sampe sekarang masih terjalin hubungan baik walaupun status kami udah putus. Gue makin ancur aja ber 6 ama satrio, ucupp, ardha, vany dan ina yang kadang2 bergabung. Seru2an, tiap hari pasti ketawa, kalo ada yang gak masuk. Ngerasa kehilangan banget jadi sepi gitu. Huhuhuuu.

Kelas tiga nyum nyum, penuh cerita dahsyat, kesan, semangat, cinta.
Kelas nya ternyata gak diacak, jadinya dengan personil yang lalu. Makin tau watak masing2 dan makin kompak. Saat-saatnya kompak, saat puncak kekuatan. Pulang telat karena belajar lagi bareng anak2 setelah pulang sekolah di kelas, amat mendukung dan penuh semangat juang untuk menghadapi yang namanya UN dan ujian2 masuk Univ. Saat – saat yang gembira saat mendengar teman gue diterima di perguruan tinggi dengan diawali oleh sang Ketua kelas ‘Mamadh’ yang diterima PMDK IPB. Dan saat gue merasa menjadi amat lemah karena gue berhasil diterima UGM teknik Elektro, semua itu karena ALLAH. Frendd,, gue akan inget kalian, masa SMA masa yang indah, de vasco gak ada duanya. Dari yang alim kaya firyan, yang melambai2 kaya ardha, yang suka tidur kaya ucup, yang model kaya Iwa, yang suka ngaca kaya sarah dan sang artis Riza, si kembar tapi beda Gery Niko (couple of the year), Ina yang bawel, Vany yang suka ngatain gue giganthropus, putri anaknya pak Jambon, gika yang ambisi menjadi Jenderal bintang 4 angkatan darat. Lukman yang menghabiskan 80% waktunya di sekolah bareng Irna, gue doain semoga cepet nikah. Dan semuanya yang ga bisa gue sebutin satu2. you’re unforgetable.


Masa SMA gue tutup dengan diterimanya gue di UGM teknik elektro. Alhamdulillah banget. Dan gue mau coba tes snmptn, bukan karena gue sok belagu atau gimana, tapi gue terpacu setelah dengar kalo eyank gue dulu diterima di UI, ITB, UGM, dan akhirnya dia milih kedokteran UI. Selain itu, gue tutup dengan ber pensi yang diadain sekolah dengan guest RAN. Yeahhh,, yang akan menyusul yaitu trip ke puncak, tapi gue gatau ikut apa gak, gue punya feel problem sekarang dengan seorang teman di kelas. Gak lucu juga kalo gak ikut Cuma karena satu orang, padahal temen gue yang lain banyak.
0 komentar

IRONIS ABISS

Okeh. Jangan anggap serius judulnya, kita bercandaan ajah. (Stop ! jangan protes).

Gue udah punya waktu luang buat nonton TV sekarang, karena sebelumnya gue harus belajar belajar dan belajar serta berdoa. Sebenernya si gue gak begitu suka buat nonton tv, tapi apa daya, benda kotak berkaca itu bisa menemani gue saat jenuh (dramatisir abiss).

Setelah saat ini datang entah kenapa gue malah menangis. Miriss sekali karena fakta yang berbeda dari harapan. Eheheehe.

Dari sekian tayangan yang ada, menurut gue banyak iklannya. Ini dia fakta yang membuat gue laper saat melihatnya :

- Master Joe Shandy, seorang mentalist favorit gue dan ade gue dengan cepatnya berubah 180 derajat saat muncul di iklan. Dia terlihat seperti supporter bola dengan memakai kostum tim kuning – kuning lengkap dengan gambar bendera di pipi. Kostum dan bendera yang dipake master Joe lebih ke Brazil. Karena taun ini piala dunia 2010. gue sarankan kepada yang gila bola + taruhan, pasanglah Brazil sebagai pemenang piala dunia, karena seorang master yang bisa memprediksi juga mendukungnya.

- Serial TV. Nyam nyam. Ini hal yang bikin gue ngakak. Stasiun TV swasta mulai unik. FTV adalah temen gue saat di pagi hari setelah shalat dhuha. Cerita romantis dan dramatis berhasil membuat gue ngantuk, tapi alur cerita nya asik sih, buat ide film-film remaja..okeelaah. Serial TV juga gak kalah menggelitik, ada serial TV yang judulnya raja sulap. Gue kagum, karena indro warkop bisa sulap dengan kekuatan petir gitu, dan actor utama yaitu deddy corbuzier dalam film menjadi Alexander (kayak nama produk TV) dan mantan presenter Insert pun jago sulap dan berperan antagonis, gue ngeliatnya aneh. Dibuat-buat banget. Kemudian yang gak kalah menggelitik, SATRIA, sebuah plagiat nyata dari film layer lebar barat yang judulnya Percy Jackson and the Lightning Thief. Itu film di bioskop keren, kalo dibuat serial TV nya terlihat absurd, apalagi dengan make-up seadanya. Gue jadi bingung sebenernya itu manusia serigala apa manusia kucing.