EXPO oh EXPO

Kembali menuliss.. ihiiyy.
Gue amat bersukur pada Allah yang mendengar doa gue, kenapa?
Setelah mengalami perjalanan datar di tiap harinya karena sewaktu pagi gue bangun, les, pulang, makan, nonton tv, denger radio, dan tidur akhirnya gue mendapatkan kegiatan.
Selama seminggu gue berkegiatan . yeaahhh,, hal ini berhasil menghilangkan kejenuhan gue.

Gue mengikuti Education Expo. Isinya adalah pameran sekolah. Dari SD sampe SMA ada di sana. Tujuannya si Cuma buat seneng2 aja sekalian mengumbar informasi tentang Penerimaan Siswa Baru.
Acara ini ada dari hari kamis – minggu tanggal 20-23 Mei 2010, tapi karena preparation, gue dateng ke sekolah dari hari senin untuk Ngomongin bakal gimana nanti dan nanti mau gimana? (sama aja woy!)

Tiap sekolah ada stand nya masing – masing. Saat itu gue merasakan betapa indahnya hidup dengan nistanya dibatasi. karena hanya diberi jatah sepetak (3x2) untuk memamerkan hal. Sekolah gue (dibaca : SMAN2BEKASI) menampilkan demonstrasi ringan tentang Nuklir (kerja sama dengan BATAN), Chitosan (pengawet alami dari kulit udang), daur ulang sampah plastik (dibuat jadi tas, tempat pensil), dan IT concept. Gue bertanggung jawab pada bagian IT itu, di meja kecil itu, ada monitor sebagai output dari laptop yang isinya pemutaran film – film yang dibuat sama anak SMA gue. Selain itu ada rubik yang dimainin untuk mengisi kekosongan waktu, dan yang paling digemari oleh semua kalangan usia adalah Mainan mobil2an. Hehehe. Ber nama ‘Smart Car’ dan berkonsep algoritma berfikir.



Mainan ini adalah barang yang membuat stand gue ramai dikunjungi oleh anak SD. Hal ini membuat gue punya teman baru. Namanya Rahma dan Rizal. Mereka adalah 2 bocah SD korban keganasan orangtuanya yang sibuk mengurusi Stand nya masing2 sehingga anaknya malah keasikkan main di stand sekolah gue. Dengan adanya dua bocah itu, cukup membantu gue dalam bertugas. Dua orang itu gue berdayakan untuk melayani tamu yang datang untuk main. Jadi gue tinggal mengawasi aja dari jarak setengah meter sambil makan snack tanpa perlu menjelaskan teknis permainannya ke tamu yang datang. Hehehe. Cukup gue kasih Pin, mereka akhirnya dengan senang hati membantu gue. Untungnya mereka gak tau kalo gue punya niat terselubung hehehe. Kehadiran dua anak kecil justru membuat gue punya tanggung jawab moral.



Gue bertanya dengan nada biasa dan ramah “kamu kesini sama siapa dek?”
“sama mamah.” Dia menjawab tanpa melihat muka gue dan terus ngotak – ngatik mainannya.
“Mamahnya di mana?” gue nanya tanpa merasa takut.
“Di sana, lagi jaga juga ka.” Masih terus berusaha memecehkan masalah dalam mainannya.
“ohh gitu.” Gue mulai seram, gue bertanggung jawab sama keselamatan dua bocah yang masih kelas IV SD ini.

Setelah bermain berkali2 ni anak malah ketagihan main, dan terus nongkrong di stand gue. Sesekali nyokapnya dateng untuk memastikan nasib anak nya dan setelah itu pergi lagi.

Pesan dari Ka’ aziz buat
Rahma : “kamu kalo menang terus jangan sombong yahhh.. gak baik tauk.”
Rizal : “muka kamu mirip sama temen sekolah aku.”

3 komentar:

CAPTAIN JI mengatakan...

wahaha
ga apa2 lah jis, itung2 latihan menjadi seorang bapak (plus baby sitter) yang baik :D

firyan mengatakan...

Wah, Anda telah melakukan pengeksploitasian terhadap anak di bawah umur!!(?)

rezii mengatakan...

hehehe... inilah bakat saya.. membudidayakan anak dibawah umur . harap tidak ada yang melapor!

Posting Komentar