Review Film : Blood Diamond

Kegiatan gue sekarang adalah tidur siang kemudian tidur saat lewat tengah malam.
Sebelum tidur tengah malam gue biasanya nonton. Apa aja yang bisa ditonton.

Gue mencoba untuk melihat film-film lama.
Salah satu judul yang gue pilih yaitu Blood Diamond.

Gue suka abisssss sama ini film. Sebuah action drama romantis. Kenapa? Karena romantis2nya bukan karena kisah cinta2an antara cowo dan cewe yang membosankan.
Film yang penuh aksi, banyak pesan moral, dan Gak Bokep!


Gerakan separatis di Negara Sierra Leone,Afrika, membuat banyak penduduknya, khususnya di daerah pedesaan, menjadi pasukan paksa dan kuli dalam tambang diamond. Tambang ini digunakan untuk mendapatkan batu perhiasan itu untuk dijual, yang dananya digunakan untuk membeli perlengkapan perang sebagai keperluan melawan pemerintah. RUF adalah nama gerakannya (kepanjangannya gue lupa,hehehe). Suatu siang RUF datang ke daerah pesisir untuk beraksi. Dengan naik mobil bak belakang yang terbuka mereka datang dengan teriak” , senang2, dan berkali2 menyebut nama gerakannya itu. Mereka ber ideologi “RUF membebaskan rakyat dari kesengsaraan” . RUF itu sadis, penduduk daerah yang melawan bisa dipotong sebelah tangannya. Hehehe. Alasan dipotong adalah biar gak bisa mengeluarkan suara dalam pemilu.

Archer yang diperankan oleh Leonardo D. menjadi pedagang senjata yang illegal, dia juga menjadi supplier diamond illegal untuk perusahaan perhiasan besar di USA.

Solomon Vendy (diperankan oleh Djimon Hounsou), seorang nelayan yang bekerja tiap hari agar anaknya bisa menjadi dokter di masa depan. Dia, anaknya, berhubungan erat dengan ayahnya itu. Keluarga pesisir yang harmonis sekali yang buat kita iri. Suatu hari penyerangan RUF ke desa itu memisahkan keluarga mereka. Solomon tertangkap RUF untuk bekerja di tambang. Istri dan anaknya terpisah. Terjadi pemberontakan di tambang itu.

Pihak pemerintah membuat camp pengungsian tapi dengan kuota dengan 2 anak. Dia tertangkap RUF dan menjadi pasukannya. Banyak tentara” kecil yang dibuat RUF. Saat sedang menambang, Solomon mendapat batu permata yang besar, dia berinisiatif untuk mengambilnya, tapi selalu mendapat pengawasan. Akhirnya dia menjepitkan dalam sela2 kakinya dan pura2 ke kamar mandi, namun tetap saja diketahui, saat hampir ditembak karena mencoba mengambilnya serangan udara datang. Permatanya itu berhasil dikubur di tempat yang hanya Solomon tau dan dia pun dibawa ke penjara.

Saat di penjara Solomon bertemu Archer sebagai sesama tahanan. Archer tau kalau Solomon itu menyimpan permata besar di penambangan dan berkat temannya Archer dan Solomon bisa bebas. Archer membebaskannya dengan keinginan bisa memiliki permata itu dan membuat dirinya kaya. Archer bekerja sama dengan Solomon dengan timbal balik Solomon akan bertemu kembali dengan keluarganya yang utuh.

Ada banyak masalah dalam satu waktu. Politik dalam negeri di Sierra Leone, tambang permata yang pekerjanya bekerja dengan paksa (eksploitasi besar2an), dan tentang penguasaan pasar permata oleh pengusaha USA. Semua itu diliput oleh journalist perempuan yang diterjunkan dalam kondisi ini, diperankan oleh Jennifer, yang akhirnya membuat semua perkara ini maju ke dalam meja hijau.

Solomon Vendy berhasil bertemu dan berkumpul kembali dengan keluarganya. Archer meninggal atas kemauan dirinya. Semua happy ending. Sebuah pengorbanan di akhir yang dilakukan oleh archer membuat sadar bahwa ego pun akhirnya bisa hilang dan hancur.

Watch it ! Feel it !

0 komentar:

Posting Komentar