Page new life I = halaman baru kehidupan saya

Pada hari ini semuanya berubah.
Gue nggak boleh ngompol lagi, gue nggak boleh garuk – garuk pasir lagi kalau perut mules, dan gue juga udah nggak boleh malak anak TK yang pulang sekolah lewat depan rumah.

Hari ini gue akan meresmikan program hidup yang baru, yaitu mejeng di depan rumah untuk tepe – tepe sama pembantu yang abis belanja, memperluas network di semua kalangan, mengurangi pipis di bawah pohon, dan menambah pengetahuan kebinatangan gue dengan cara lebih sering melihat tayangan binatang di TV, dari cara beradapatasi hingga berkembang biak dengan baik.

Kuota umur gue udah berkurang 3 tahun sebagai pelajar SMP. Gue masih inget saat gue MOS SMP, saat itu gue masih pakai baju putih dan celana merah dengan ada yang bergelantungan di leher gue. Saat itu gue berasa jadi kucing kampung yang dipungut anak kecil penyayang binatang dan dikalungkannya tali rafia merah lengkap dengan namanya dan dipamerin pada teman – temannya. Atau mungkin gue jadi kucing bahan pelampiasan nafsu Si anak kecil dan pembantunya.

(Ada kucing warna abu – abu dengan bulu lebat nan bersih lewat di depan anak kecil)

“Wah, lutuu...” Si anak kecil melihat dengan mata berbinar – binar. Si kucing kepedean dan pamer keindahan bulunya itu.

(Si anak kecil ngedeketin kucing yang lagi jilat – jilat ekornya) “ucingg, amu lutuuuu.”

(si kucing makin kepedean. Tiba – tiba si anak kecil megang buntutnya dan menariknya tanpa belas kasihan, diseret – seret ke dalem rumah. Dibawa ke lantai dua, Si kucing merasakan kerasnya anak tangga tapi dia teringat nasehat orangtuanya ‘kalau dibalik kesusahan pasti ada kemudahan.’ Si kucing terus dibawa dan akhirnya penyiksaan itu berakhir di kamar Si anak kecil. Si kucing merintih ke kesakitan).

Tragis
(Esoknya Si kucing manis terihat tewas mengenaskan di halaman depan rumah si anak kecil dengan posisi tengkurep, akhirnya diketahui kalau si kucing mati setelah dilempar oleh pembantu Si anak kecil -yang alergi sama bulu- keluar dan saat terjun bebas, Si kucing menyentuh kabel listrik yang terkelupas lapisan karetnya.)

Sampai hari ini kelurga Si kucing manis masih menggugat Si pembantu di pengadilan hewan atas tuduhan penganiayaan yang berakibat kematian yang tidak sengaja.

Pesan moral : ternyata kepedean bisa mennggakibatkan kematian.

Pasti kita bertanya – tanya kenapa semua berjalan begitu tragis? Sebenarnya, Ini semua adalah salahnya mantan pacar si pembantu. Karena pembantu itu masih sakit hati dengan cowok yang telah memutuskannya. Akhirnya si pembantu pura – pura alergi dan melemparnya keluar jendela dan berakhir pada kematian tragis dengan keadaan gosong sambil tengkurep. (Posisi tengkurep untuk kucing rasanya memang sudah biasa, bukan hal yang luar biasa. Jalan tengkurep, makan juga tengkurep. Akhirnya mati pun sambil tengkurep).

Gue suka iseng mengamati tingkah laku kucing yang suka berkeliaran di sekitar gue. Sebenarnya, kita juga perlu hati – hati dengan kucing, walaupun dia cute, dan bisa bikin gemes, dia itu hewan yang misterius. Gue telah melakukan penelitian terbatas tentang tingkah laku binatang yang satu ini. Renungkanlah.

Jenis – jenis kucing dilihat dari kebiasaannya,yaitu :
1.kucing kampung, kucing ini adalah kucing yang nggak jelas tempat tinggalnya dan dari mana asal usulnya, nggak jelas juga apa aja yang dia makan, nggak jelas keberadaannya, tiba – tiba muncul dan tiba – tiba udah nggak ada. Tiba – tiba hamil, dan tiba – tiba dihamili (sama saja). Pokoknya ini kucing yang nggak jelas. Buat kamu yang punya kucing betina, berhati – hatilah dan janganlah menjodohkan atau merestui hubungan kucingmu dengan kucing bertipe ini. Karena menurut gue, hanya bermodal kekuatan cinta tidak cukup untuk perjalanan hidup dan masa depan kucing kamu.

2.Kucing mahal, jenis kucing ini adalah kucing yang paling diidam-idamkan oleh sesama kucing untuk dijadikan pasangan hidup. Karena kucing ini bisa memperbaiki keturunan. Ciri – cirinya yaitu serba mahal. Nggak bisa hidup di sembarang tempat, karena itu, tempat tinggal nya mahal. Pup juga mahal, karena kita harus membeli pasir khusus biar aroma pup nya nggak menyebar ke seluruh ruangan rumah.

Buat kamu yang punya kucing jenis ini, Nggak mau kan kalau lagi kedatangan Pak RT terus kucingnya eek dan aromanya menggangu Pak RT yang akhirnya pulang dan perjodohan kamu dengan anak Pak RT itu gagal.

Makanannya pasti mahal. Saat gue nemenin nyokap belanja, gue liat – liat ke bagian hobby, makanan kucing mahal ternyata melebihi jatah 3x makan gue. Gue penasaran kenapa bisa mahal, gue diem – diem masukin sekaleng makanan kucing ke trolly tanpa diketahui nyokap. Sampai rumah, gue dengan susah payah ngebuka kalengnya, gue campur pake nasi, gue makan, 3hari gue nggak masuk sekolah.

Kucing ini bisa juga disebut kucing modern, karena dia hidup secara glamour. Buat kamu – kamu yang hidupnya masih susah. Bunuhlah kucing jenis ini, karena dia hanya akan membuat kamu iri.

3.Kucing garong, jenis kucing ini amat berpengaruh pada kehidupan Rakyat Indonesia. Kucing jenis garong ini amat menginspirasi banyak orang. Sebuah lagu tercipta dengan judul yang sama. Sang pencipta lagu mendadak sembelit duit, karena dia tiba – tiba menjadi kaya raya dan menjadi bosan makan nasi yang kemudian beralih untuk makan duit dari royalti yang datang dengan jumlah teramat besar. Duit yang dimakan itu sulit dicerna, lalu nyangkut di dinding dan rongga usus yang mennggakibatkan sistem pencernaan ERORR. (karena kejadian ini, disarankan untuk menerima royalti tidak dengan uang logam) Kucing ini amat dibenci ibu – ibu rumah tangga yang merasa akan mengancam keselamatan suaminya, tapi kucing ini disukai oleh tante – tante yang suka ngegosip sebagai bahan gosip mereka.

Masa SMP sebagai masa gue pertama kali merasakan puber telah gue lewati. Tiga tahun itu gue lewati dengan suka cita dan penuh cerita. Sekarang gue naik level ke masa SMA, masa putih abu – abu dan masa yang katanya seru. Apa sajakah yang akan gue lewati tiga tahun kedepan? Gue langsung ambil hape dan ngetik AZIZ RAMAL dan mengirim ke 99999. Gue langsung kaget karena kurang dari satu menit menunggu, hape gue berbunyi. Bunyinya nggak kalah sama kokok ayam tetangga. Bunyinya adalah “Nutt.Nuutt”

Ternyata masa depan gue bisa dengan mudah ditentukan dengan bunyian mesra itu. Gue nggak langsung melihat hape, karena gue masih bertanya - tanya. ‘Apakah garis hidup akan membawa gue menjadi Pilot? Apakah gue akan menikahi Tasya yang sekarang udah puber dan udah nggak bisa dibilang sebagai penyanyi cilik? Apakah isi sms itu berisi kalau gue akan menjadi orang sukses? Atau gue akan hidup terlantar di jalan ? Atau takdir akan mengajak gue untuk menjadi dokter kelamin?’

Gue memberanikan diri, gue melihat layar hape dengan perlahan. Akhirnya gue membaca ‘request not confirmed’. Monyet! Setelah gue perhatikan, ternyata mengirim ke 99999 adalah kekurang pekaan gue terhadap lingkungan. Akhirnya gue sadar kalau enam digit itu terlalu banyak untuk jadi nomor operator ramal meramal. Masa depan gue masih tak terbayangkan.

0 komentar:

Poskan Komentar