5 komentar

berpacaran lah dengan Engineer

MENGAPA GIRLS harus menikahi seorang ENGINEER

oleh Lissta Bal pada Jumat, September 3, 2010 at 12:07

Mengapa Anda harus menikah dengan seorang Engineer Let me tell you mengapa gadis akhirnya harus menikah Engineer daripada lulusan Hukum, Manajemen, Arts(seni) atau Kedokteran. Engineer memiliki tiga keunggulan berbeda dibandingkan lulusan lainnya.

Advantage 1: gaya hidup Aman

Pacar Engineer dapat menyediakan Anda dengan gaya hidup aman. Pada 27 tahun, seorang Engineer mungkin memiliki pekerjaan, terhormat stabil yang memberikan dia penghasilan yang tinggi untuk memiliki mobil, berinvestasi, memiliki kehidupan yang nyaman, dan menikah dan membeli rumah juga.

lulusan Hukum masih bekerja sebagai magang di firma hukum rendah.

Sebagian besar lulusan manajemen baru saja gagal pada rencana bisnis pertama mereka.

Para lulusan seni masih mencari pekerjaan.

Dan lulusan sekolah kedokteran masih tinggal di rumah sakit.

Advantage 2: Unmatchable industriousness

Pacar Engineer akan mendedikasikan sejumlah waktu dan usaha untuk mengerti Anda. Engineer benar-benar bekerja sangat keras untuk memahami pekerjaan mereka. Anda dapat percaya bahwa mereka benar-benar akan berusaha sangat keras untuk mengerti wanita juga, seperti bagaimana mereka memahami pekerjaan mereka, sekali mereka percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat untuknya. Jadi, walaupun mereka tidak mengerti awalnya, mereka akan terus berusaha. Bahkan jika mereka masih tidak mengerti, mereka akan mengetahui metode yang tepat untuk membuat Anda senang (misalnya cincin berlian membeli = bernilai 1 minggu kebahagiaan) Dan. Begitu mereka mengetahui formula rahasianya, mereka hanya akan terus mengulanginya sehingga hasil yang diinginkan muncul.

Tidak seperti Pengacara yang akan berdebat dengan Anda.

Sarjana Manajemen yang akan mencoba untuk mengendalikan pengeluaran Anda, Sarjana Seni Rupa akan merubah banyak “perubahan” diri anda.

Dan lulusan sekolah kedokteran yang akan mengoperasi Anda.

Dan apakah kau tahu?, bahwa itu benar-benar sangat mudah untuk membuat Engineer percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat baginya. Katakan bahwa Anda seperti salah satu proyek mereka dan mereka akan menjadi ketagihan kepada Anda selamanya.

Advantage 3: Seorang pacar Engineer tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan Anda.

Mari pertama-tama saya memberi tahu Anda apa yang salah dengan lulusan yang lain.

Para pengacara akan berbohong tentang segala sesuatu.

lulusan Manajemen akan menipu uang Anda.

Para lulusan seni akan main mata, dan Anda mungkin hanya terlihat seperti mayat lain untuk lulusan sekolah kedokteran.

pacar Engineer Anda terlalu sibuk untuk berselingkuh, dan bahkan jika ia tidak berselingkuh, dia terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda tentang itu. Oleh karena itu, seorang Engineer adalah pacar yang paling aman yang pernah Anda akan temukan - cukup kaya, akan terus berusaha untuk memahami dan menyenangkan Anda, tidak memiliki waktu untuk berselingkuh, dan terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda. plus mereka lebih keren dibandingkan yang lain bukan?


Gue Repost nih dari Kaskus. ehehe, Engineer itu Keren
1 komentar

Osiloskop

Salah satu perangkat yang dibutuhkan dalam memelajari dasar teknik elektro adalah osiloskop (oscilloscope). Berikut gue akan sedikit menjelaskan tentang osiloskop. Jujur, gue sendiri bingung kalau harus menuliskan rentetan cara kerja/cara mengoperasikan Osiloskop, but here is. Osiloskop adalah benda (yang sama sekali tidak) mirip dengan kotak makan namun ia berasal dari bahan yang lebih keras, di dalamnya terdapat monitor sebagai sarana output yang menampilkan gambaran frekuensi dari arus AC maupun DC.


Osiloskop (oscilloscope) itu alat ukur yang di gunakan untuk memetakan atau membaca sinyal listrik maupun frekuensi. Osiloskop digunakan dalam pengukuran rangkaian elektronik seperti stasiun pemancar radio, TV, atau dalam kegunaan memonitor frekuensi elektronik seperti di rumah sakit dan untuk lainnya. Sinyal listrik itu ditunjukkan oleh grafik dari tegangan terhadap waktu pada layarnya. Itu seperti layaknya voltmeter dengan fungsi kemampuan lebih, penampilan tegangan berubah terhadap waktu. Sebuah graticule setiap 1cm grid membuat kita dapat melakukan pengukuran dari tegangan dan waktu pada layar (sreen).

Fungsi Osiloskop yaitu:
* Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
* Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
* Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
* Membedakan arus AC dengan arus DC.
* Mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik


Sebuah grafik, biasa disebut trace /jejak, tergambar oleh pancaran electron yang menumbuk lapisan phosphor dari layar menimbulkan pancaran cahaya, biasanya berwarna hijau atau biru. Hal ini sama dengan pengambaran pada layar televisi.

Oscilloscope terdiri dari tabung vacuum dengan sebuah katoda/cathode (electrode negative ) pada satu sisi yang menghasilkan pancaran electron dan sebuah anode ( electrode positive) untuk mempercepat gerakannya sehingga jatuh menuju pada layar tabung. Susunan ini disebut dengan Electron Gun. Sebuah tabung juga mempunyai elektroda yang menyimpangkan pancaran elektron keatas/kebawah dan kekiri/kekanan.


Elektron-elektron disebut pancaran sinar katoda sebab mereka dibangkitkan oleh cathode dan ini menyebabkan oscilloscope disebut secara lengkap dengan cathode ray oscilloscope atau CRO.

Sebuah oscilloscope dual trace dapat menampilkan jejak rangkap/dua pada layarnya,untuk mempermudah pembandingan sinyal input dan output dari sebuah amplifier sebagai contohnya. Maka dibutuhkan biaya tambahan untuk kemampuan tersebut.

0 komentar

How I meet kelamer #1

*How I meet keong lampu merah*


Pasti udah dikenalin sama Diayu tentang siapa gue di intro tadi? Yah, gue adalah temennya diayu (?)


SMA adalah momentum yang diberikan Allah pada gue untuk menikmati semuanya. Dia memberi gue sekolah yang penuh dengan keunikkan, kejanggalan, kerancuan, kesenangan.


Overall, kalau diperhatikan secara seksama, hidup gue itu berasa gak muluk-muluk. Saat SMP kelas 9, di saat anak lain mengalihkan topik gosip dari ngomongin guru galak, cewe cakep, sampai topik cowo di sekolah yang belom disunat. Semua topik itu diubah menjadi ngomongin dimana mereka akan melanjutkan studi nya. Ada yang mau SMK karena tuntutan keadaan dengan pertimbangan supaya cepat kerja. Ada yang mau ambil SMA di sana-sini. Di tengah keribetan itu gue masih bersantai-santai sambil ngintip pembantu sebelah yang lagi jemur baju. Soalnya gue juga terbatas dengan keadaan, kalau sekolah jauh dari rumah pasti gue capek. Sodara gue di kampung semua. Karena keterbatasan itu semuanya jadi simple. Gue memfokuskan saja sama sekolah yang (katanya) bagus di kota gue.


Di tengah hari itu, saat gue lagi tiduran dan menonton acara kriminal dan hampir setengah saat lagi akan tertidur di depan tv tiba-tiba telepon berdering, berada di ujung sana temen gue yang baik, yaitu Dita, memberi tau kalau pendaftaran SMA dibuka. Emak gue yang notabenenya sensitif banget sama suara, sehingga membuat gue selalu ketauan kalau kentut, pun terbangun dan langsung jalan agak sempoyongan keluar dari kamarnya dan nyamperin gue dengan muka yang masih agak kusut hampir 100% sadar. Dia langsung duduk di dekat gue, saat gagang telepon gue kembalikan ke tempatnya semula, dan setelah gue melakukan nafas 1x nyokap pun bertanya. Gue dengan indahnya menjawab semua pertanyaan dan menjelaskan semua yang di telepon tadi bahwa gue sedang tidak pacaran, atau gue sedang tidak bergosip ngomongin ibu guru yang ternyata perawan (agak) tua.


Gue melakukan pendaftaran SMA dengan bokap dan nyokap. Lalu. Adakah tanda-tanda gue bertemu sama Diayu? TIDAK. tidak ada perjumpaan di awal. Sangat tidak beruntung dia tidak bisa bertemu dengan gue. Dan betapa beruntungnya gue gak bertemu dia di awal.


Selanjutnya adalah saat gue MOS. Gue juga gak bertemu dia, sama sekali gue gak tau kalau gue ternyata punya temen cewek kaya dia. Saat udah masuk sekolah pun gue gak pernah ngerasa ngeliat tuh mahluk.


Tiap hari gue ke sekolah naik motor. Jarak dari rumah ke sekolah itu agak jauh. Jadi gue berusaha menikmati tiap perjalanan gue ke sekolah atau sebaliknya. Saat yang gue suka adalah saat lampu merah menyala. Karena pada saat itu, gue bisa duduk di motor, menikmati kesibukkan pagi hari sambil melihat ke kanan-kiri mencari - cari mba-mba cakep yang mau naik bus untuk kerja atau pun cewe putih abu-abu atau pun putih - biru yang imut-imut, tapi ternyata gue lebih banyak melihat om-om pake jaket kulit dengan helm rapet yang mau ke kantor. Entah kenapa semakin rapet helm nya, gue semakin penasaran akan wujud aslinya. Gue langsung kebayang kalau om-om gendut itu, ternyata dibalik helm nya tersimpan muka mirip marshanda.


Kalau gue inget-inget, gue pertama kali bertemu diayu di lampu merah. Di lampu merah yang sama. Kadang pas lagi merah, terus berhenti, terus gue melihat dari kejauhan dia lagi dianter bokapnya. Atau saat lagi jalan, tiba-tiba gue diselip sama motor bapaknya yang sedang memboncengi dia untuk diantar. Saat ngeliat pelajar berseragam putih-abu-abu entah kenapa gue selalu berhasrat untuk melihat bet di bajunya. Gue mau tau dimana sekolahnya. Ya, gue melihatnya, ternyata gue satu sekolah dengan creature itu. Yaudah, gue Cuma tau kalo cewe itu satu sekolah sama gue. Gue gak penasaran sama sekali untuk nyari tau namanya, apalgi pengen nomer handphonenya karena dia sebiji cewe yang gak laku untuk jadi bahan obrolan + kurang eksis di sekolah gue.


Kebiasaan gue celingak-celinguk di jalan itu berhasil membuat gue tenang. Saat gue bangun (agak) kesiangan gue harus buru-buru berangkat ke sekolah. Saat gue lagi ngebut di jalan tapi gue sadar kalo orang lain lebih beringas daripada gue sehingga membuat gue gak jadi ngebut. Gue melihat cewe itu, dan gue agak tenang. Karena diantara gue yang hampir telat, masih ada jamur-jamur yang dipastikan/berpeluang besar telat. Karena agak sering ketemu, maksutnya ngeliat tuh cewe di jalan deket lampu merah, gue menyebutnya cewek lampu merah. Pasti nakal abis. Kebayangnya dia ngecrek-ngecrek atau ngemis-ngemis sambil mengais-ngais jalanan gitu.


Kegiatan gue sebelum bel masuk berbunyi adalah mejeng di depan jendela kelas. Kelas gue di lantai dua, dan berada di 'hot spot' karena jendela kelas gue itu mengarah jelas ke pintu gerbang sekolah, tempat di mana anak-anak sekolah beserta guru masuk. Gue bisa ngeliat cewe cakep yang Cuma bisa gue mupengin. Gue bisa ngeliat mobil-mobil guru yang kinclong, dan gue bisa dapet bahan gosip baru kalau ternyata guru yang bawa mobil itu kebanyakan ibu guru daripada bapak guru. Gue bisa ngeliat siapa aja yang suka ngaca di kaca mobil yang diparkir di parkiran sekolah. Gue juga tau ade kelas yang gue simpatik-in itu dateng tiap jam 6.25 dengan dianter karimun warna biru-tua. Semua gue tau. Gue juga merupakan sumber informasi bagi anak sekelas untuk mengabarkan apakah guru yang akan memberikan ulangan pada hari itu masuk apa ngga. Hehe.. Lagi enak-enaknya memandangi pemandangan seru di pagi hari, tiba-tiba feel gue rusak. Gue melihat sesosok cewe. Dia masuk dari gerbang itu, dan jalannya lamaaaaaaaaaaaaa banget. Karena kelamaanya itu, gue jadi kesel sendiri, gue nyaris ngelempar dia pake mouse komputer kelas dari lantai dua. Setelah melampiaskan kekesalan ke temen sekelas gue dengan cara menyolok matanya dengan penghapus papan tulis, gue pun ngerasa kalau gue pernah ngeliat orang itu, tapi dimana? Ternyata dia adalah gadis yang telah merenggut keperjakaan gue. Salah.. Ternyata dia orang gila belakang sekolah yang suka tiba-tiba telanjang dan roll depan lalu senyum-senyum sendiri merasa dirinya adalah putri Indonesia. Salah lagi... Ternyata dia cewek lampu merah itu.


"Buset, jalan aja lamaaaa banget, lari juga pasti lama, gimana kalo dikejar anjing nih cewe? Bisa - bisa bakal kegigit plus sempet digauli anjing nih" gue sejenak berfikiran cerdas. Setelah cewe lampu merah itu udah gak keliatan, tiba-tiba gue kebelet pipis. Lalu gue cabut ke kamar mandi yang letaknya di ujung lantai dua ini. Di kamar mandi gue pun masih memikirkan si gadis lampu merah itu. 'Gila, aura negatifnya kuat banget tu cewe. Gue langsung jadi kebelet pipis gini.' Tanpa sadar pipis gue ternyata berantakan, tangan gue sedikit kecipratan urine gue sendiri. "tangan gue anget, anjing!" gue kenaa lagi.. Gue langsung cuci tangan yang banyak di wastafel wc itu disertai menyabuninya dengan sabun yang sudah tersedia.


Kelas gue berada di ruangan ke empat dari WC itu. Gue berjalan menuju kelas karena bel pun sudah berbunyi. Setelah gue sampai di ruangan ke tiga, gue melihat cewe keluar dari ruangan itu, lalu membuang sampah kemudian masuk ke kelas lagi sambil menyapa teman perempuannya yang ingin masuk juga, mereka masuk ke kelas bersama sambil berpelukan mesra disertai kecupan hangat di kening dan bibir yang makin lama makin mengganas. Ternyata fantasi gue kejauhan, ini bukan video 3gp lesbian.


Gue tertunduk hingga gue masuk kelas dan duduk di pojok belakang, tempat duduk gue berada. Itu kan cewe lampu merah itu, ternyata dia anak kelas sebelah. Oh No!! Dengan tingginya aura negatif yang terpancar, gue gak mau terus-terusan sial. Gue gamau jadi kalah dalam pertandingan kuda templok di kelas, gue gamau jatah bekal makan siang gue dikurangi sama emak gue. Gue gak mau harus pipis berantakan lagi, yang gue takutin adalah gue pup jadi super berantakan. Pasti susah ngebersihinnya. Gue gak mau ditolak cewe cakep di sekolah Cuma karena keberadaanya di lantai ini. Dalam urusan ini, lebih karena gue sadar kalau tampang gue gak mendukung buat dapet cewe cakep, dompet gue juga tipis, Cuma isi struk-struk makan + tiket nonton yang sengaja dikoleksi supaya dompet berasa agak tebel.


Mulai hari itu gue tau kalau si cewe lampu merah itu adalah penghuni kelas sebelah gue. Yasudah. Kalau pun kami harus menjadi teman, pasti akan bertemu di hari selanjutnya, pasrah aja, keong lampu merah dengan kejanggalan yang telah lo tampakkan dari awal, dan selanjutnya kehidupan kami pun terjabarkan.

0 komentar

Introduction Chapter

Hallo ini gue P(B)anci. Oke. sebenernya nama gue Diayu Eritasari. Bagus kan? Entah kenapa gue dipanggil panci sama temen gue, M. Rasyid Aziz. Karena gue gak terima kalau keseksian nama gue diganti semena-mena olehnya. Gue pun memanggilnya 'penggorengan'. Sebenernya Cuma gue yang manggil dia penggorengan dan Cuma dia yang manggil gue panci. kenapa gue sama dia jadi alat masak gini? Pasti penasaran? Oke. anggep aja penasaran.

--Tapi sebenernya gue juga gatau jawabannya-- haha


Semua berawal dari chit-chat kita di malam itu. Sungguh chatting yang bernuansa 17++. Kenapa gue bilang 17++? Karena ini ga pantes, sungguh tidak pantes untuk di den-dang-kan untuk anak2 berwajah lucu dan imut seperti kalian. Karena ini agak fulgar dan frontal. Yaitu Dimana menghina itu mengasyikan hehe.


Apakah ada yang gak tau apa itu penggorengan? Penggorengan itu adalah alat dari logam yang biasa digunakan untuk menggoreng. Benda ini pun gak kalah beken sama boyband Indonesia, karena benda ini bisa dipanggil Wajan, kuali atau Frying Pan. Kebekenan benda ini pun sudah bukan menjadi rahasia publik lagi, karena Pasti semua tau penggorengan itu item. Nah begitu juga si penggorengan aziz, item. Nah semua juga tau dong panci itu putih?? Hehehe. Tapi kali ini pancinya udah di buat ngungkep ayam, bebek, entok, kambing kurban, sampe buat ngegodok jengkol (ieeuh) jadi agak berkerak gitu deh. Nah, tapi si penggorengan lebih2 lagi, udah dasarnya item, berkerak suka di pake buat mukul pala lele sampe mati pula persis mukanya kaya pantat panci emak gue yang umurnya hampir sama kaya gue. BUT, What i've said? Pantat panci? Berarti panci juga ada sisi itemnya di bawah. Oh goat. Okeh. Gausah bahas tentang kesamaan kita.


Si penggorengan (singkat aja goreng /basa sunda artinya jelek/ ) bersama gue, sebenernya temen satu SMA, Cuma dulu pas SMA ga deket, boro-boro deket, ngobrol aja ga pernah. Tapi sekarang pas kuliah entah kenapa jadi akrab (gue nyangkut di T.industri ITTelkom dan dia tersesat di T.Elektro UGM) Misteri baru adalah..kenapa beda kota ko malah jadi akrab? Inilah kehebatan ilmu tekhnologi masa kini. *sembah2 internet. Mungkin faktor utama kedeketan kita karna kita adalah bloger-fail. Yak kita berdua punya blog yang agak lapuk karena sepi pengunjung, apalagi blog gue yang nge-junk-krikkrik.


Berikut adalah faktor yang mempertemukan dan mempererat gue dan dia dan menjadikan kita deket. The question is "seberapa deket sih gue dan si penggorengan?"

  1. Kita sering cerita ttg problem-love kita (dia punya pacar, LDR gantung ga jelas, gue? Jomblo berkerak)
  2. Kita saling share dunia perkuliahan kita
  3. Kita saling memotivasi saat UTS, UAS dan tugas menjadi begitu buas. Rawr.
  4. Kita punya hobi saling menghina
  5. Kita sering berfantasi bersama tentang apa yang di lakukan tetanggaa kosan kita di malam hari
  6. Kita berkawat gigi yang berlumut akibat jarang kontrol
  7. Kita kita kita kita , kita itu idiot hahaha


Here we us ! Here we us ! :D

0 komentar

Safe Home Wiring

Electricity is the most important technological discoveries of mankind. It was created as source power of human life. It actuates the industries, technologies, and homes. Now, we definitely meet electricity everywhere. We should know that electicity has voltage, current as its basic component. They distributed by electrical wiring.

Basically, human beings spend their quality time at home, a place which has enough electricity power, with others. Every home has the standard electrical installations. The installations content the permanent wiring and electrical fittings (switches, socket outlets, lighting outlets). The main generator supplies huge voltage, capacity and currents. It’s distributed by the long wire then that huge energy is converted by transformator (trafo) to each home with lower energy capacity. The electrical installation should be safe in distributing currents and hold the voltage to prevent fire.

Electrical wirings are usually blamed as the main cause of fireplace accidents. It may be observed that incorrect utilization of using appliances. This accident is dangerous to everyone, especially children.

In finding safety solution of electrical wiring, let analyse the basement wiring system. Why basements? The basement is a very practical place to have our electrical systems installed because of design considerations as well as keeping it away from kids who might accidentally get electrocuted or any other incidents with your family. The person who is working with the appliances may anytime faces with electrocuted. This is the primary reason behind the individuals who skilled from electrocuted as the electrical wiring is grounded.

Electrical installations can age and become overloaded, particularly in old homes where the original wiring may not adequately meet the requirements for the number of electrical appliances in use today. In the other side, basements are usually dusty, moldy and humid environments - the best place for insects, rats, and pests that can cause chaos with basement electrical wiring systems. So, we must regularly check the components and change the broken components.

We should be attentive about the wiring. The less risk, efficient, practical design are the main priority, keep it away from kids and the over capacity of using appliances. In everythings we do, safety first.

-M. Rasyid Aziz-

0 komentar

showing vs telling

ngeBlog, ngeDiary, atau ngeBuatLaporan Praktikum pun butuh teknik menulis. Apalagi buat yang kalo ujian masih ada soal mengarang bebas atau disuruh buat cerpen. Berikut gue nyomot dari tweet nya Raditya Dika tentang teknik Nulis :

Salah satu teknik penting dalam menulis adalah "showing vs telling". Apakah itu?

Showing = memperlihatkan. Telling = memberitahu. Penulis yg baik akan sering memakai showing daripada telling.

Seorang penulis yg menulis "Tono sedang ketakutan" berarti memberitahu (telling) pembaca bahwa Tono takut, nah kalo showing..

Penulis tersebut akan menulis: "Tono menyilangkan tangannya, dia menelan ludah, bulu kuduknya tidak bisa berdiri

Kedua kalimat tadi sama2 membuat kita jadi tahu bahwa Tono takut. Tapi yang satu showing, yang satu lagi telling.. semalaman." Nah, lebih baik kita menunjukkan Tono takut dgn cara showing, daripada telling. Kenapa?

Showing membuat pembaca punya gambaran visual tentang Tono takut, ini akan membuat cerita kamu lebih hidup di kepala pembaca..

Dengan menggunakan showing, efeknya akan lebih kuat, cerita lebih terasa. Kita seolah2 bisa "melihat" Tono takut. Menggunakan showing juga membuat pembaca akan engaged dan berpikir. Jadi pembaca terlibat dalam tulisan kamu. Showing juga lebih meyakinkan kepada pembaca bahwa Tono memang takut, daripada kita telling begitu saja.

Boleh gak kita menggunakan telling daripada showing? Boleh.. Tapi kapan? Pakailah telling ketika

1) hal tersebut tidak terlalu penting (Tono lupa mandi).

2) informasinya membosankan (Tono sarapan)..

3) jika informasi itu lebih gampang di-telling (seperti memberitahu Tono dari Jakarta, daripada showing Tono dari Jakarta).

Yup, segitulah yang Radit bagi kepada khalayak ramai. mari kita tingkatkan kualitas dalam menulis. hidup menulis, nulis di tembok, nulis di buku catetan orang, dan minta ditulisin kalau ada tugas ! YEAHH!!