showing vs telling

ngeBlog, ngeDiary, atau ngeBuatLaporan Praktikum pun butuh teknik menulis. Apalagi buat yang kalo ujian masih ada soal mengarang bebas atau disuruh buat cerpen. Berikut gue nyomot dari tweet nya Raditya Dika tentang teknik Nulis :

Salah satu teknik penting dalam menulis adalah "showing vs telling". Apakah itu?

Showing = memperlihatkan. Telling = memberitahu. Penulis yg baik akan sering memakai showing daripada telling.

Seorang penulis yg menulis "Tono sedang ketakutan" berarti memberitahu (telling) pembaca bahwa Tono takut, nah kalo showing..

Penulis tersebut akan menulis: "Tono menyilangkan tangannya, dia menelan ludah, bulu kuduknya tidak bisa berdiri

Kedua kalimat tadi sama2 membuat kita jadi tahu bahwa Tono takut. Tapi yang satu showing, yang satu lagi telling.. semalaman." Nah, lebih baik kita menunjukkan Tono takut dgn cara showing, daripada telling. Kenapa?

Showing membuat pembaca punya gambaran visual tentang Tono takut, ini akan membuat cerita kamu lebih hidup di kepala pembaca..

Dengan menggunakan showing, efeknya akan lebih kuat, cerita lebih terasa. Kita seolah2 bisa "melihat" Tono takut. Menggunakan showing juga membuat pembaca akan engaged dan berpikir. Jadi pembaca terlibat dalam tulisan kamu. Showing juga lebih meyakinkan kepada pembaca bahwa Tono memang takut, daripada kita telling begitu saja.

Boleh gak kita menggunakan telling daripada showing? Boleh.. Tapi kapan? Pakailah telling ketika

1) hal tersebut tidak terlalu penting (Tono lupa mandi).

2) informasinya membosankan (Tono sarapan)..

3) jika informasi itu lebih gampang di-telling (seperti memberitahu Tono dari Jakarta, daripada showing Tono dari Jakarta).

Yup, segitulah yang Radit bagi kepada khalayak ramai. mari kita tingkatkan kualitas dalam menulis. hidup menulis, nulis di tembok, nulis di buku catetan orang, dan minta ditulisin kalau ada tugas ! YEAHH!!

0 komentar:

Posting Komentar