robot-robot-an

Setelah Uas waktu itu, gue ikut pelatihan Robotika. Gue ikut robotika karena gue ngga mau tersesat arah menjadi robot gedek yang nyari-nyari anak kecil untuk disodomi. Pelatihan ini menghabiskan 7 hari sehingga menunda gue untuk kembali ke Bekasi supaya bisa segera bertemu my kekasih.


Gue dan dua teman gue (jadi 1kelompok) beserta kelompok-kelompok lain membuat Line Follower. Robot yang ngikutin garis gitu. Ternyata gampang sekali jalan hidup robot ini. Hanya mengikuti garis. Berbeda dengan jenis robot lainnya yaitu robot gedek tadi yang penuh kenistaan.


Dari kiri : Adul, Muso, Ajay


Komponennya kecil-kecil, imut-imut banget kaya muka gue. Jadi kita harus hati-hati dan teliti dalam merangkainya. Kalau salah, nyawa yang jadi taruhannya. Horror Kan ?? Saat kita mengambil resistor (yang kaki resistor itu terbuat dari aluminium kecil) dan tiba-tiba tangan kita kesenggol orang, lalu resistor itu menusuk mata temen kita, sungguh pedihnya saat itu. Atau saat lo sedang mengatur Ban Robot ini, tapi ternyata lo masih menyimpan dendam dengan temen lo, Lo bisa mengambil velg roda itu dan nyumpelin ke lobang idung temen lo itu dengan paksa. Hati-hati-kawan... Hidup ini kejam... Jadi segeralah lunasi hutangmu! Janganlah mengintip pembantu saat lagi mandi. Jangan !


Mempelajari Robot juga membuat hati gue cenat-cenut. Komponen yang panjangnya cuma sejari kelingking gue ternyata harganya sama dengan biaya gue bertahan hidup 1setengah - 2 hari. Mikro kontroller itu seharga 50ribuan. Saat tau itu, gue berniat untuk nyolong mikro dari kelompok lain untuk gue gadaiin ke warung makan. Tapi ternyata gue keduluan, Mikro gue berhasil dicolong orang... untungnya happy ending. Gue berhasil mendapatkan mikro gue kembali setelah gue mengancam untuk telanjang diri di depan semua anak.

0 komentar:

Posting Komentar