1 komentar

Happiness


Mereka tidak butuh Materi seperti yang kita kebanyakan butuhkan. 

Keadaan mereka yang seperti itu saja membuat mereka masih bisa bersyukur. Kita ?? 

Mereka tidak lemah. Mereka juga bukan Sampah. 

Dibalik kekurangannya, ada kelebihan yang orang normal pun tak punya.

Mereka cuma punya keinginan yang sederhana.

Yang mereka inginkan adalah Canda, Tawa, Ceria...serta pengakuan tanpa remehan karena mereka juga punya daya dan upaya. 

Mereka juga manusia sama seperti kita yang butuh sandang, pangan, papan. Keadaanlah yang membuatnya terlahir tidak beruntung di lingkungan penuh kekurangan, dari keluarga, genetik, dan kemampuan otak. 

tapi percayalah kalau mereka pun punya kelebihan yang kita tidak punya. Itu sudah terbuktikan

Bakti Sosial Panti Bina Siwi 
6 Maret 2011

Humas, KMTE FT UGM
2 komentar

I Remeber

Dalam proses mengikuti diayu dalam hal menye-menye. Gue pun beraksi.

0 komentar

Agendaku Bau

Minggu - minggu kemarin gue alami dengan ngelus dada orang karena kesusahan dan kepedihan yang amat berarti. Agenda gue cukup ketat. Masih dalam lanjutan dari postingan gue sebelumnya. Sekarang gue akan menampilkan rincian hal yang udah gue lakuin kemarin sehingga membuat gue menggila.

Menjadi mahasiswa dengan otak biasa-biasa-aja itu harus ekstra kerja keras, banting tulang, kedip mata sana-sini, colek sana-sini untuk menggoda temen supaya mau ngasih liat tugasnya. Harus pulang telat karena pas jam kuliah berakhir gue harus ngejar-ngejar temen lalu memberinya kecupan mesra di kening. Bukan sinetron.

Gue harus agresif ngejar temen. Saat gue ngerasa kalo dia adalah orang yang tepat untuk ditanya. Maka gue akan langsung menariknya, melakukan loby-loby-jijik karena gue melobinya sambil ngelus-ngelus pundaknya dan mencari tempat yang pas untuk belajar. Akhirnya gue pun berhasil meminta temen untuk mengajari dan menjelaskan tentang tugasnya karena dia takut keperjakaannya direnggut oleh cowo bisulan kaya gue.

Kebingungan gue akan tugas dikarenakan gue ngerasa kepintaran gue berkurang. Dosen di kelas kalo ngejelasin suka cepet banget. Gue harus nyatet dan mencerna proses pengerjaannya dan menghitung jawabannya. Itu gak gampang. Entah kenapa dosen itu kadang menganggap kita udah ngerti, kadang ngejelasin ini itu tanpa ngasih dasarnya. Berasa mahasiswanya udah tau semua. Kita diam karena bingung dan ngga tau mau nanya darimana. Suatu hari yang di dalamnya ada dua mata kuliah dengan tugas di masing-masing mata kuliah membuat gue muak. Kelas pertama berhasil dilewati dengan suka cita. Kita selesai jam 9.30. lalu cooling down, dan melanjutkan tugas untuk kelas di jam 13.00. Mata kuliah di jam 1 siang itu lama-lama membuat gue muak. Bukan karena materinya susah tapi karena cara belajarnya. Si dosen menerangkan cap-cip-cup belalang kuncup sedangkan mahasiswanya yang udah ngeliatin dan terus ngeliatin untuk mencoba mengerti sampe keluar air dari telinganya tetep aja ngga ngerti. Ini salah dosennya karena dia masih ngga bisa ngejelasin ke mahasiswanya, tapi kayanya si dosen ngga ngerasa.

Kekesalan gue memuncak. Tugas yang udah dibuat sedemikian curangnya dengan copy paste, lalu gue minta jelasin proses pengerjaannya ternyata dikembaliin sebelum dikumpulkan. Dosennya bilang "Kayanya tugasnya ini cuma asal print. Tinggal ganti nama, atau diedit-edit sedikit biar keliatan beda. Lalu dikumpul.".

Denger kaya gitu gue teriak dalam hati. "EMANG WOYY!!! KEMANE AJE LU COY !!" gimana kita mau bisa kalau dijelasin aja ngga jelas. Selesai kelas langusng dikasih tugas untuk dikumpul minggu depannya, dan tugasnya itu ngga gampang. Bahan yang ditugaskan itu lebih detail dari yang dijelasin di presentasi si Dosen. Kita dituntut untuk berkembang sendiri. Itu pun berhasil, gue berkembang dari suka nyolok-nyolok tangan temen sebelah kalau lagi ngga ngerti menjadi nyolok-nyolok hidung temen sampai lobangnya muat untuk nyimpen henpon.

Ditengah kegusaran, gue langsung mengeluarkan henpon dari kantong celana depan sebelah kiri gue. Gue agak ngumpet-ngumpet gitu mau ketak-ketik henpon. Hingga akhirnya gue pun berhasil nge-tweet yang isinya ungkapan perasaan dari dalam hati. Amat dalam. 

       Follow me @raeziz


KUNJUNGAN

Gue tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Teknik Elektro (KMTE)  di kampus gue. Gue berada di department Humas, Hubungan Mas-Mas. Salah satu programnya adalah melayani kunjungan. Beberapa kunjungan yang gue inget adalah kedatangan dari Universitas Negeri Padang, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri UGM, dan terkahir adalah kunjungan anak SMA dalam acara wisata akademis. Next visitor itu berada di  tanggal 5 Mei, akan ada kunjungan dari anak SMK. Entah SMK mana.

Selama kunjungan itu, gue dipercaya untuk memandu. Yaitu ngemsi. Tulisan umumnya MC. Melihat pengalaman MC-ing gue yang minim karena ngemsi di acara sunatan aja belom pernah apalagi acara kaya gini. Di saat pertama kali gue garing abis, gue agak kurang bahan. Gue lupa jabatan Dosen sendiri karena dia yang presentasi tentang jurusan. Walaupun pertemuan pertama gue agak kacau, pertemuan - pertemuan selanjutnya bisa gue kuasai dengan baik. Tanpa ada rasa puas, gue lagi nyari anak yang jago ngemsi, gue akan berguru padanya.

Isi dari kunjungan biasanya adalah jalan-jalan ke beberapa laboratorium untuk memberitahu tentang proses pembelajaran di kampus. Setelah itu adalah sharing tentang KM atau Himpunan Mahasiswa nya. Di saat sharing inilah kadang kita mengetahui kelemahan dan kelebihan keorganisasiaan dari beda kampus atau jurusan. Di situ juga kita bisa menambahkan ide atau mendapat masukan dari studi banding itu. Di kunjungan itulah keliatan kelompok-kelompok mahasiswa yang pendiam, garing, cupu, dan kurang tenang dalam berbicara di depan orang banyak. Gue belajar banyak dari sini.

                                             Sambil nganter kunjungan ke lab, mending foto-foto dulu. pict: gue & mba mimi


EBL

Engineering Basketball League. Untuk event besar kaya gini, elektro ngga mau dipecundangi dengan mudah. Kita jadi tiba-tiba latihan agak sering dan serius. Kaos kaki gue jadi super bau karena gue pake terus. Abis basket gue geletakin, besok kuliah, gue pake lagi, pulang kuliah gue lepas, gue cium kaos kakinya, gue pingsan di tempat. Gue jadi lebih sering ke laundry karena baju-baju basah keringet. Latihan yang ngga teratur itu yang justru membuat kita lemah. Dari babak penyisihan grup, tim gue kalah dan ngga bisa ngelanjutin ke babak selanjutnya. Kita kalah 2x dan menang sekali dengan skor 36 - 6. kita kurang persiapan, fisik kita ngga siap dan berhasil membuat kita kecapean di quarter akhir .

                                                      ELECTRICAL ENGINEERING TEAM

Kita kecewa banget, padahal di pertandingan kedua kita udah optimis 200% bakal menang, tapi teknis mengalahkan semua. Karena yang paling dirasa sama anak-anak adalah faktor cuaca, Pertandingan sebelumnya membawa suporter yang banyak dan akhirnya lapangan jadi agak pengap dan bikin kita jadi agak sesak bernafas. Kita kalah 2 pertandingan berturut-turut. Melihat track record begitu, kita lemes nyesek, temen gue ada yang sampe nangis. Ngga seharusnya kita kalah, tapi ternyata kalah. Di pertandingan ketiga kita main sebisanya dan berhasil bermain tidak seserius dua pertandingan sebelumnay dan menang dengan selisih 30 point. Kemenangan itu membuat kita bisa senyum lagi. Komitmen pun tercipta. Udah ngerasain kalah itu malu. Tunggu di Tekniksiade.

                                                                ID card yang akhirnya menjadi hiasan di lemari kamar

HAUNTED HOUSE

Di malem Sabtu gue diajak temen sekelas untuk main ke rumah hantu. Karena selama satu semester lalu itu gue udah menjadi anak kostan, yang keluar Cuma buat ngampus, makan, beli sabun, fotokopi pokoknya ngga gaul, gue pun menerima ajakan. HTM 25K gue bisa menikmati 2rumah, yaitu rumah lokal yang dinamain "lawang sewu" dan rumah jepang "Obake". 25K itu couple lho, jadi biaya dibagi dua. Kita masuk berempat-empat. Gue apes. Dari empat orang itu, gue lah cowo sendirian. Di deket pintu masuk, kita ngedenger jeritan - jeritan dari pengunjung  yang kayanya ketakutan di dalam.

Gue bertanggung jawab moral atas tiga temen cewek gue ini. Belakangan mereka sengaja menyelipkan gue di dalamnya karena mereka takut. Kalo dalam berempat itu isinya cewe semua pasti akan absurd. Dimungkinkan setan-setanan di dalam akan mati budeg setelah dijeritin 4cewek. Gue berhasil jadi tumbal. Kambing! Gue jalan paling depan, dibelakang  temen gue narik jaket, lama-lama megang erat banget. Gue yang berada paling depan bertanggung jawab menjadi guide. Gue jalan agak cepet biar ngga nyasar. Akibatnya gue sering missed dan ketinggalan ngeliat setan. Saat gue udah jalan di depan, setannya baru muncul. Ini membuat gue harus nengok ke belakang untuk bisa ngeliat setannya. Feel horror gue berkurang.

Rumah kedua, Obake, gue masih dengan personil yang sama. Temen gue udah keburu uring-uringan duluan sebelum masuk "Jay. Pokoknya kamu nanti ikut lagi. kita berempat lagi." Gue pasrah menjawab "iya" karena itulah hal yang bisa membuat gue dipinjemin tugas. Detik-detik menjelang pintu. Gue berkhianat. Gue ngga mau paling depan, gue beralesan kalau gue pengen ngeliat setannya. Ngga kaya sebelumnya, gue selalu missed dikagetinnya.

Rhani, yang ternyata di Lawang Sewu dia merem, di Obake gue paksa untuk ngebuka mata.
 
"Kita udah bayar 25ribu Ran, masa Cuma merem?? Ayolah. Kamu bisa. Ini hanya permainan!" gue menyemangati. Sekaligus mempengaruhi.

Persuasif gue berhasil. Awalnya gue berada di depan. Saat lorong itu akan berbelok ke kiri gue menarik tangan Rani supaya dia jadi yang di depan. Di belakang Rani ada Lala dan Cintya yang juga nempel terus kaya perangko. Alhasil gue jadi di posisi paling belakang. Tapi ternyata formasi kembali ke awal. Gue paling depan. Di tempat yang satu ini gue berasa kagetnya. Karena si setan ngumpet di balik dinding atau pas belokkan lorong. Saat gue maju, entah kenapa gue jadi jalan pelan-pelan. Dibelakang jadi heboh "kenapa jay?? Ada apa Jay? AAAaaaa!! Bertahan Jay!! Kita bisa keluar dari sini." menyemangati persis di sinetron-sinetron dan justru bikin gue deg-deg-ser.

Tiap gue belok, gue kaget. Gue orangnya kagetan. Saat badan gue udah maju dan melihat ada si setan Gue reflek mundur. Di belakang jadi heboh lagi. "Kenapa Jay?? Ada apa??? Itu apa tadi?? Aaa..."

"Ada Setan." Gue jawab santai.

"apa? Setan? AAAAAAAaaaaaaa...." teriaknya ngga nyantai. Namanya juga rumah hantu. Kalau ngga ada hantu ya setan. Sama aja.

Pas kita berada di ruang yang setannya mendekat. Cewe-cewe ini  langsung ngejerit. "aaaaAAAAaaa!!!!!"  keadaan jadi agak rusuh kaya ngedorong-dorong gitu.

Beberapa detik kemudian teriakannya berubah "Mas. Jangan pegang-pegang!! Awas lho Mas kalo megang!!" Lala kelahiran dan didikan Banyuwangi jadi balik mengancam si setan walau dia ngancem sambil nutup muka pake telapak tangan, masih suasana ketakutan.

Di ruang selanjutnya kita dikepung 3 setan. Gue yang paling depan bertanggung jawab atas arah ke pintu keluar. Saat itu ada dua arah pintu gitu. Gue ngga mau salah masuk dan tiba - tiba dikagetin pas masuk ke lorong itu. Gue kagetan. Karena tiga setan udah muncul dan gue pun ngeliat mereka, gue dengan imutnya nanya "Mas, ini kemana? Ngga keliatan nih, gelap? Pintu yang ini apa itu?" Gue ngarep si setan jawab "yang kanan Mas, jalan terus, ada perempatan belok kiri, nah rumah Pak RT yang pagernya warna ijo". Mereka menjawab pertanyaan gue dengan menggiring kita ke suatu arah. Kita diarahin ke pintu lorong. Gue paling depan, pas gue di bibir lorong, gue kaget. "ANJING!" ada setan di bibir lorong itu, setelah itu gue biasa-biasa aja. Hingga akhirnya kita sampai di pintu keluar.

Balik dari Rumah Hantu kaki gue pegel-pegel. Kita antri panjang dan lama. Mungkin dari 3jam kita di sana, 2jam lebihnya untuk nunggu giliran masuk. Perjalanan setannya sekitar 15menit di tiap rumah. Siapa sih yang mau berlama-lama di dalem. Yang ada pada lari.

                                                     Ini Gue. Bukan Setan

Sayangnya semua barang-barang disimpen di penitipan barang. Jadi gue ngga sempet foto bareng Mas-Mas setan di dalam.
6 komentar

Renungkanlah !

Malam ini gue cukup capek. Minggu pagi ini gue pake untuk bikin laporan praktikum yang ternyata belum selesai juga karena gue belom fotokopi hasil praktikumnya. Siangnya ngobrol sama pacar yang jauh di sana, kita ngebahas keterbukaan dalam hubungan. Karena LDR amat membutuhkan keterbukaan dan transparansi. Jam 19.00 tadi habis main basket di EBL lawan Geologi. Elektro kalah dengan skor 23 - 35. Kita seneng aja karena kita udah ngeluarin yang terbaik. Besok kita lawan Sanata Dharma jam 15.30, dan anak-anak semangat abis untuk ngalahin mereka. lusanya, selasa 22 Maret, kita lawan Teknik UNY jam 15.30 di Gor Kridosono.

Sambil menikmati kecapekan malam ini, gue juga harus ngopy master software yang harus gue miliki untuk kuliah. Karena ngerasa sayang banget kalo buka laptop cuma buat software yang gue ngegunainnya aja bingung, jadi gue on line. gue buka facebook dan sadar ternyata gue punya adek yang lagi beranjak puber. Levi sekarang kelas 1 SMP. Gue sedih karena ngga bisa mengawal dan membimbing pergaulannya secara langsung. Hasilnya dia agak salah pergaulan, dia agak nge - alay gitu. Kalo lagi chat, dia ngetiknya dengan kata yang disingkat-singkat. Gue stress ngga bisa baca.

Waktu itu gue udah bilang ke dia kalau ngetik yang normal-normal-aja atau akibatnya dia akan menjadi kaum-kaum tersingkirkan, tersudut, hina, dan menggila.

Dia cuma jawab santai "ya aku kan ngga parah Mas, ngga alay banget, kalo alay kan j4d1 kYa giNieeee. aku kan ngga gede kecil gitu hurufnya, cuma disingkat aja, abis kebiasaan kalau sms, kelamaan kalau sms harus ngetik semuanya, jarinya pegel." 

"Siapa suruh ngetik sms pake kaki."  Gue ngebales.

Salah satu hal yang gue awasin juga adalah masalah pacar. Entah kenapa gue care banget tentang ini, gue ngga mau Levi jadi mahluk yang terkena pendewasaan dini kaya anak kecil lainnya. Mungkin suatu hari nanti di sebuah TK, akan ada pentas seni memperingati perpisahan yang menampilkan nyanyi berduet cowo cewe murid TK Nol Kecil dengan membawakan lagu Anang-Syahrini Jangan memilih aku. Romantis banget

Cara ampuh untuk nyari tau adalah lewat profile FB nya. Status di info masih normal, status-status facebooknya masih normal juga, tapi gue agak risih liatnya karena masih ditulis dengan ejaan yang disingkat (EYD). Terus gue buka Foto-fotonya, ada fotonya dia bareng temen-temennya. Entah kenapa kalau ada foto cewek cakep gue jadi berbisik dalam hati "lo pacaran aja sama dia Lev. cakep" tapi jangan lah. gue aja pertama kali pacaran pas kelas 2 SMP.

Saat buka-buka fotonya, gue dapet 1 Foto sebagai bahan RENUNGAN semua umat manusia.


Inti dari ini semua adalah kita harus merenungi ini. kalau kita ngeliat orang kaya gini, Puhleaseeee jangan timpuk dia pake sendal jepit. Jangan!! coba cari botol bekas (plastik atau kaca) lalu timpuk !!!

Orang kaya gini cuma ngerusak sendi-sendi masyarakat. Mereka menambah beban negara kita. Menciptakan golongan sosial baru. Mari kita cegah hal itu datang dengan 3 M :

1. Memperbanyak berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa. karena Dia lah penolong kita

2. Mengancam untuk mencium nya. Ini hanya untuk cowok. Segera jauhi orang yang sudah diancam tapi ternyata malah makin jadi ngga karuan. karena dia dipastikan HOMO.

3. Membelikan dia gorengan. Karena sedikit uluran tangan kita, begitu berarti untuk mereka. Udah tanggal tua gini, pasti makannya kurang bergizi. Jadi kasihanilah sedikit.

Di hari-hari gue yang lagi sibuk gini, gue jadi memposting ala kadarnya. Gue ngerasa isinya jadi agak kurang menggigit. tapi ngga apa-apa lah, namanya juga ala kadarnya. Oh ya, penemu Twitter itu sama lho kaya penemu blogger, makanya twitter dibuat kaya mini blog.

Gue besok kuliah jam 8 - jam 9.30, terus dilanjut lagi jam 13.00 - 15.00an, kembali dilanjut basket yang mulai pertandinganya jam 15.30. Gue udah berniat cabut dari kelas jam setengah 3, karena tadi kita janjian kalau paling lambat jam 3 harus udah di tempat.

Waktunya tidur. Rolling and Jumping to bed


 (Klarifikasi : Gue bukan lumba - lumba)
0 komentar

kebodohan merajalela

Menjadi mahasiswa dengan IQ jelek membuat gue merintih dan mengais-ngais tanah serta membuat gue pup di pojok kelas karena gue bangun kesiangan dan belum sempet nyetor pas mandi. IP semerter satu gue jelek. gue bertekat untuk tidak mengulangnya di semester-semester selanjutnya.






                                                                ada yang tau tentang ini ??

                                                        ada yang tau tentang ini juga??



Itulah dua dari sekian beban yang harus gue hadapi. Yang atas dari mata kuliah sistem mikroprosessor, yang bawah dari matematika elektro. tanggal 4 April gue akan menghadapi UTS, dan sampe hari ini, GUE NGGA NGERTI !!! gue ngga ngerti sama materi kuliah. Kerjaan gue cuma ngebadut di kampus, tapi 2014 gue harus udah lulus dari ELEKTRO-UGM yang sukses membuat hari-hari gue cukup membingungkan.

Doakan gue supaya (mahasiswa semester dua ini) bisa lancar dan bisa menghadapi soal-soal yang sama sekali merusak nafsu makan. Please, pray for Aziz

UTS masih beberapa minggu lagi, dan minggu - minggu menjelang UTS dihabiskan dengan bertugas-tugas ria.. Tugas di sana sini, hot pants di sana sini, coklat monggo di sana sini, nasi padang di sana sini, tapi gue masih deg-deg-ser dengan soal. Ohhh...  Waktu sisa ini akan gue gunakan semaksimal mungkin untuk menambah kepintaran dalam diri gue!! *cemunguddddhh aku p4st1 biSaaa....

Bismillah.
5 komentar

Mood Jelek

Halo hay... Buset.. Lama banget gue ngga posting.
Minggu - minggu ini bikin gue garuk-garuk tembok di pojok kamar. Tugas di sana - sini, Kuis menusuk dari belakang, materi kuliah makin membuat gue susah eek. Karena kesusahan dalam studi gue itu, gue pun jadi ngga bisa mimpi basah.


Pacar lagi abis ujian sekolah, dan minggu ini dia lagi ujian praktek. Panci buluk gue juga mengalami nasib yang sama kaya gue. Tugas dan kuis di sana - sini tanpa didukung dengan keenceran otak itu amat menyakitkan. Mood kembali turun dan jadi hope less gitu. Semester satu, gue sama Diayu udah mendapatkan nilai yang ngga sesuai. Semester ini harus dilalui dengan kerja amat keras untuk mendongkrak nilai, khususnya IP.


Saat sedang dikejar itu semua, kenyataan pahit pun datang memerkosa gue. Anak 2010 elektro kalah total di pertandingan basket antar angkatan. Kita kalah lawan anak 2007, 2008, 2009. Kambing! Padahal kita udah bertekat untuk ngalahin anak 2007, soalnya mereka juga agak cupu. Ternyata eh ternyata, pas lawan 2007, yang dateng cuma 4 orang. Stress berat!


Event terdekat itu EBL, Engineering Basketball league, gue yang notabene nya Cuma menang tinggi beruntung banget bisa kepilih masuk tim elektro. Well, yang masuk tim elektro dari 2010 ada 3 orang termasuk gue, selebihnya anak 2009 dan 2008. persiapan yang belum mateng, bikin gue suka dapet sms untuk latian dan itu tiba-tiba. Gue kuliah dari pagi sampe jam setengah 4, dan harus latian jam setengah 4 juga. Yaudah gue telat dateng latian karena gue sempet-sempetin untuk solat dulu. Hidup harus balance antara dunia akhirat.


Kasian juga pacar gue jadi ngga gue sms karena harus latian, dan akhirnya dia agak  ngambek gitu. Kalau gue lagi capek mood gue pun jadi turun. Kalau lagi begitu terus ditambah ambekkan pacar, rasanya gue pengen makan magnum sebanyak-banyaknya untuk balikin mood gue. Ujung-ujungnya gue tinggal tidur, karena kalau capek gini gue suka ketiduran.


Kalau lagi capek atau males gitu gue selalu cari hiburan karena kadang mau hubungin pacar aja susah. Kerjaan gue itu untuk menghibur diri adalah dengan blogwalking, chatting, dengerin musik yang itu-itu-aja sampai tetangga kamar  gue bosen, dan tweeting. Pacar gue suka sentimen gitu dengan gue yang suka chatting sama orang lain sampe pagi. Ya abisnya gimana, maunya juga chatting + tweeting sama dia, tapi kita masih dalam hubungan terlarang. Status fb kita pun masih single. Kita terlarang bukan karena pacar gue cowo, tapi karena masih diem-diem-aja dari keluarga. Kalau gue mau jalan sama dia, gue pun jemputnya dibelakang gang. Makannya tiap gue mau jalan sama dia, gue menyesuaikan kostum, gue bawa motor dengan jaket kulit dan saat dia udah turun dan jalan kaki mau ke rumahnya, gue ngga sengaja bilang "mba, kembaliannya ketinggalan" . Ojek abis.


Dengan kondisi emosi tertekan kaya gitu, gue Cuma ngobrol sama Ardi di kampus ngebahas project, dan banyak hal. Di kos gue langsung buka tweetdeck, dan ngetik-ngetik di twitter gue.  Gue punya tips asal supaya mood kembali bagus.


Tips biar mood kembali bagus:
  1. Genit-genit ke semua orang, siapa tau dapet sendal baru karena ditimpuk terlebih dahulu..


  1. Kalo pacar juga lagi ga mood dan malah membuat tambah ga mood, coba cari pacar lagi.


  1. Nonton film sendirian di kamar. coba inget-inget lagi dimana dulu menyimpan dvd dewasa.


  1. Nyalain lagu dengan volume keras untuk menenangkan jiwa yang ingin berontak,tidak disarankan ber genre dangdut.


  1. Sms temen nanya tugas, sms tetangga kapan ngasih makan gratis lagi, sms pacar kedua, ketiga supaya tetep rukun.


  1. Bersihin kamar sambil diiringi lagu Rock, supaya bisa bergaya ala rocker pake sapu.


Well.  Kuliah itu ngga enak, tugas banyak di sana-sini. Gue harus mempelajari sendiri. Tugas yang nunggu di depan mata adalah laporan praktikum yang harus di tulis tangan, tugas telkom, dan project fisika teknik. Oh iya, satu lagi, EBL. Doain gue ya supaya bisa selamat setelah terjun dari pemerkosaan diri ini. Amin.


Udah dulu ya. Gue mau ngampus dulu. Nanti jam 13.00 ada praktikum, dan jam 10 nanti ada kunjungan dari elektro universitas negeri malang. Gue mau MC-ing dulu. Bye... *salam dangdut.
2 komentar

TK (Tragedi Kecil)

Pernahkah punya musuh ? Musuh yang emang bener-bener musuh. Musuh yang emang pengen banget dimusuhin. Musuh yang bikin kita males se-malesnya. Selama track record hidup gue sampai sekarang, gue belum pernah punya musuh. Mungkin kalau dimusuhin kayanya gue pernah. Gue kepedean.

Waktu TK gue pernah dimusuhi guru kelas gue sendiri  padahal gue melakukan kesalahan yang kecil. Di pagi itu, gue dengan gembirannya datang ke sekolah gue tercinta TK Al-Fida. Gue datang dengan santainya. Masuk gerbang dengan seragam batik lengan panjang warna hijau pola kotak-kotak teratur diduetkan dengan celana panjang hijau yang lebih muda, bersepatu warna hitam dan tas pungung imut warna biru. Tentunya gue gak segaul anak TK lain yang mengalungkan botol minumnya di leher dan kalau kita lari botolnya jadi goyang-goyang gitu. Botol minum gambar robot kepunyaan gue aman tenteram di dalam tas.

Sambil menunggu bel berbunyi, gue main sama temen-temen di halaman yang di sana terdapat mainan standar TK. Salah satu temen gue mengajak untuk ke rumah salah satu guru di TK itu. Kita pun berempat pergi ke sana. Rumahnya ngga jauh, itulah alesan kenapa kita berangkat. Sampai di rumahnya kita hanya nunggu di depan. Inilah gaya-gayanya anak TK, kita Cuma ngobrol di depan rumah guru itu tanpa ngasih tanda-tanda ke orang di dalem rumah kalau ada anak kecil yang belum sunat lagi menunggu di luar.kita ngobrol dan terkadang mengeluh lama, tapi kita tetep stay cool kaya anak balita puber yang muncul di iklan gel rambut untuk anak.

Akhirnya guru yang dari tadi ditunggu-tunggu keluar juga, dan menyambut kami dengan riang gembira, tentu dengan senyumannya. Gue happy-happy aja tanpa tau akan terjadi hal menyeramkan. Di jalan semua berjalan biasa-biasa aja. Saat tiba di TK, bu guru itu masuk ke kantor, kita pun mau ke kelas. Eh tiba-tiba datang guru kelas gue dengan muka keabisan duit karena tanggal tua.

"kamu pada darimana ?!!" nanya sambil agak tinggi nadanya.

"Dari rumah bu Entus, jemput." kata salah satu temen gue dengan polosnya. 

"Ngapain aja? Ini tuh udah telat! Bu Entus itu ngajar kelas siang" guru gue udah mulai mengeluarkan hasrat.

"ehh...hmm." temen gue kaku

"siapa yang ngajak??" guru gue mau mencabik-cabik profokator dari semua kejanggalan pagi itu.

"ehh..emh.. Ajis bu." dia menyebut nama gue. Gue pun kaget ngga terima, tapi gue Cuma bisa diem pasrah.

"oh ajis, kamu tau kan jadwal kita, kalau kelas kita masuk pagi, berati kelas bu entus masuk siang, kalau kita masuk siang, kelas dia masuk pagi. Kita sama jadwalnya kalau hari jum'at dan sabtu aja. Yaudah sana ke lapangan, ibu mau ada rapat, jadi kasih tau temen-temennya juga kalau udah bisa istirahat. "  Sumpah ya, itu nggga nyantai banget.

Gue pun tersadar kalau beda jadwal itu memang nyata. Gue pun mengakui dalam hati kalau kita lupa tentang jadwal, tapi kenapa gue yang jadi kena? Mungkin karena badan gue gede. Atau karena dia udah deket sama gue dalam hal pertemanan, jadi yang ada di kepalanya Cuma nama gue, karena belakangan juga gue sering minta minum ke dia dan gue meminumnya sampai habis, dia kehausan satu jam sampai bel pulang pun berbunyi.

Waktu itu gue cuma diem aja. Kalau sekarang mungkin temen gue itu udah gue tarik ke belakang sekolah, gue copot celananya gue suruh nungging, dan gue gauli. Hemhh.. Gue bukan homo.  Kalau sekarang, gue akan keplak kepalanya pake parutan kelapa. Hemhh, gue sadar nyali gue gak segede itu. Kalau sekarang, gue akan sumpelin mulutnya pake kaos kaki gue. Baik kan gue ? Gue nyuci pake molto lhoo.. Jadi wangi semerbak.

Sekarang gue sadar betapa buruknya panggilan guru gue itu. ENTUS.. Itu bukan nama aslinya. Gue lupa nama aslinya. Yang jelas itu nama panggilannya hasil kolaborasi nama pertama kedua dan ketiga nya.

Kasihan sekali buat temen gue yang diajar dia. Karena saat orang tua kita nanya "siapa nama guru kamu di sekolah?"

Dengan PD nya menjawab "BU ENTUS !!"

"ha? ANUS ?"

"bukan anus mah, tapi Entus." meyakinkan orang tua kita.

"siapa ? Ingus ??"

"Entus mamah..." memperjelas ke mamah tercinta.

"apa? Kamu bilang mamah kakus ? Dasar kamu anak durhaka! Mamah kutuk kamu jadi Brad Pit! Punya otak sepintar Einstein! Mamah kutuk kamu jadi orang kaya Raya!! Punya istri cantik dan anak-anak yang lucu!!" tidak semua kutukan itu jahat.

Buat Bu Ani dan Bu Entus (ini dua guru yang gue kenal, yang lain gue ngga kenal) makasih udah ngajarin saya menulis, membaca, berhitung, dan hafal lagu balonku. Sungguh jasamu amat berharga.

Buat kamu yang punya adek yang sedang mengikuti jenjang pendidikan TK, atau ingin masuk TK tolong perhatikan ini. Sebenernya mengalungkan botol minum di leher itu ngga efektif, sangat menyeramkan. 

Menggantungkan botol minum itu mengganggu mobilitas kita. Saat kita jalan atau agak berlari, botol itu akan ikut gerak-gerak-bebas. Mengayun ke sana- ke mari. Keseimbangan kita akan terganggu, endingnya adalah kita terjatuh di depan ayunan yang di sana ada cinta monyet kita lagi berbinar-binar main ayunan. Percayalah kalau daya ingat anak kecil itu kuat. Jatuh di depan cinta monyet karena botol minum itu amat ngga elegan. Itu akan memberikan memori tersendiri pada dia, si cinta monyet. Kita akan merasakan efeknya beberapa tahun mendatang, saat kita masih memendam rasa pada dia, si cinta monyet. Kita sekolah di TK yang sama, SD mungkin aja beda, SMP juga, SMA juga beda, tapi kalau semesta berkehendak pasti lo akan bertemu dengan si cinta monyet itu. Kemungkinan kita akan dipertemukan lagi di sekolah yang sama, atau saat lomba 17an, reuni TK, atau arisan ibu-ibu yang ternyata ibu kita itu satu grup arisan dengan ibunya. Saat bertemu lagi, kita masih ingat tentang dia karean setelah sekian lama ngga bertemu tapi rasa itu masih ada. Lalu bagaimana dengan dia ? Mungkin aja lupa. Itulah ngga enaknya jadi cowok, cowo selalu memegang peran untuk mengejar cewek idamannya. Si Cinta Monyet kita itu akan bertanya-tanya dan merewind ingatannya, bersyukurlah kalau hal itu terjadi.

Kenapa ?

Kalau lo udah merasakan jatoh di depan dia karena botol minum yang menggantung itu pasti akan berkisah lain. Leher lu akan lecet merah-merah karena gesekan dari tali botol minuman. Itu udah jadi tanda tersendiri buat lo. Pedihnya saat lo memulai percakapan dengannya setelah beberapa tahun tidak bertemu, hasilnya bisa amat menjatuhkan lo.

"hai, Ane ya??" bertemu lagi di acara sunatan anggota grup arisan nyokap kita.

"Iyah. Hai" sambil menjabat tangan karena menghargai juluran tangan kita yang udah duluan dijulurkan.

"Inget gue ngga? Gue Ajis" agak gerogi karena ketemu pujaan hati dari kecil.

"emhh.. Ajis ?? Ehm.. Sory, yang mana?" mukanya agak dikerutkan karena lupa atau ngga tau sama sekali tentang 'Ajis' sambil ekspresi ngga enak ke kita.

"Ajis, TK Al-Fida. Lupa yah??" masih berusaha mengingatkan.

"Ajis? TK-Alfida?? Ohhhhhh.. Iya... Lo yang waktu itu kesandung pas lagi lari mau ke ayunan yah? Terus jatoh tapi sambil nyenggol Areta dan minumannya Reta jatoh ke muka lo. Ahahahaaha... Kocak lu. Muka lo jadi becek gitu. Ahahaaaa.. Gue inget. Lo yang suka ngupil di kelas juga yah? Ehehe aahaha.." tiba-tiba jadi semangat banget.

"ehehe.. Waktu itu gue ribet sama botol minum yang geol-geol jadinya jatoh deh..ehehe... Ngupil? Enggak kok..tapi pernah sekali dua kali, mungkin saat itu lo pas ngeliat gue, gue ngga tukang ngupil kok. Bener deh.ehehe" senyum-senyum najong nahan malu.

"yayaya... Ehehe.. Gue inget tuh, soalnya lo pas jatoh di depan gue.' dia masih nginget - nginget semua kebinalan gue.

"ehehe.. Iya, seru deh jatoh gitu." karena kaku, kita jadi ngomong asal.

Daya ingat saat masih kecil itu cukup tajam, makannya banyak anak kecil yang trauma karena dikasih susu panas dalam botol saat tengah malam. Hingga akhirnya banyak yang lebih memilih susu kemasan botol siap minum daripada susu buatan mba di saat ngantuk.

Aib setengah buruk itu bisa menghambat kita dalam mendekati dia, karena saat kita smsan, telponan, ataupun ngedate, pasti dia akan ngebahas hal itu, karena setiap orang butuh hal yang lucu sebagai penyegaran otak setelah disibukkan dan dipenuhkan dengan teori-teori dan permasalahan yang datang silih berganti.

Berhati-hatilah