Rindra Dana (@ponakannyaom)





Idola.
Idola menurut gue adalah seseorang yang dielu-elukan secara lahir dan batin. Idola bisa juga didefinisikan orang yang diikutin time line twitternya. Berusaha diikuti terus dan kalau bisa berada di tempat saat orang itu sedang berada. Idola adalah sosok yang diidola-idolakan. Yaiyalah, namanya juga idola.

Alasan seseorang memilih sang idola itu bermacam-macam. Mas Dito (temen kosan gue, kamarnya sebelah kiri kamar gue ) mengidolakan MU secara keseluruhan. Siapa pun pemainnya, dia menyukai tim itu. Dia punya banyak jersey MU dari musim awal-awal hingga sekarang. Dia selalu pamer ke gue kalau punya jersey MU baru. Yaa... Dia suka pamer kalau punya jersey palsu. Jersey nya KW semua. Tingkat keidolaannya gue lihat dari pengetahuannya. Dia tau semuanya. Yaa ngga semuanya sih, karena yang tau semua hanyalah Allah SWT.

Wawasan dan pengetahuannya tentang klub tercintanya ini oke sekali. Gue tanya siapa pelatih MU waktu taun 2000, dia tau. Gue tanya pelatih MU taun 2003, dia juga tau. Oh iya gue baru sadar kalau MU ngga pernah ganti pelatih sejak 1986. Dari situ gue tau kalau Alex Ferguson ternyata seangkatan sama Nyonya Meneer.

taken from comickomatkamit.wordpress.com

Dalam stand up comedy,tiap komika memiliki idola dan influence sendiri - sendiri. Gue sebagai komika amatir, sedang sangat menggilai Rindra Dana.  Mungkin kalau dalam beragama, dari sekian banyak nabi, Rindra adalah Nabi favorit gue. 

(Gue kutip dari  <http://comickomatkamit.wordpress.com/2012/08/> Tulisannya Ernest Prakasa, another my idol in Stand Up Comedy)

Bagi seorang comic, apresiasi tertinggi dari penonton tentu dalam bentuk tawa dan tepuk tangan. Tapi dari sesama comic yang adalah rekan seperjuangan sekaligus pesaing, apresiasi tertinggi itu bisa juga berupa makian. Dan Rindra, adalah salah satu comic yang paling sering banjir makian dari rekan sejawat. Makian kagum, maksudnya. Coba perhatiin reaksi comic-comic lain saat Rindra lagi ngebantai penonton. Pasti akan muncul beberapa “KAMPRET!”, “BANGSAT!”, & “ANJING!”, dengan volume yang bervariasi. Tapi semuanya adalah bukti tak terbantahkan bahwa Rindra memang sering bikin kesel comic lain, karena premis dan eksplorasinya yang liar dan tak terduga.

Rindra mulai ngejajal panggung open mic di gelombang awal stand-up comedy di Indonesia, di paruh kedua 2011. Kemunculannyal sempet bikin bingung comic-comic yang udah ada, yang waktu itu rata-rata masih bermain aman. Sementara Rindra main hajar kiri-kanan, termasuk ngelempar jokes yang bernuansa SARA.

Sebagai comic yang nyentrik – misalnya manggung pake celana pendek dan sendal – Rindra tergolong one of a kind. Kalo orang baru kenal, pasti segan buat ngajak ngobrol karena kesannya dia serius dan ga banyak omong. Dan secara umum, emang bener.

Kekuatan Rindra terletak pada kemampuan istimewanya untuk ngomong seenak jidatnya yang lumayan luas itu, tanpa mikirin perasaan orang lain. Kebetulan mukanya lempeng banget, jadi makin ngeselin.

Bayangin Rindra bawain bit ini dengan ekspresi yang datar:

Belakangan ini di Kemang gue sering liat ABG cewe pada nongkrong malem-malem, dengan dandanan yang ga pantes. Gue pengen bilang sama mereka: “Sabar dek, jadi jablay ada waktunya”. 

Ngaco abis emang. Contoh lain:

Gue rasa Tuhan nyiptain Hawa itu bukan karna apa-apa, tapi Dia sebel aja ngeliatin Adam coli.

Bikin geleng-geleng kepala kan? Mungkin bukan cuma Rindra yang kepikiran hal-hal diatas, tapi cuma dia yang ngomong begini dengan santainya seolah ga ada apa-apa. Frontal, lugas, dan provokatif; tapi tetep mengandung kebenaran. Kebenaran versi dia sendiri, tentunya, tapi seringkali cukup valid untuk diamini bersama.

Ada banyak cara memanfaatkan anugrah Tuhan berupa kecerdasan diatas manusia kebanyakan. Bagi Rindra, cara paling tepat adalah dengan memuntahkan isi hati dan kepala dengan kemasan komedi yang brutal.
————————————————————————————————
Nama: Rindradana (@ponakannyaom)
Tanggal Lahir: 29 April 1985
Comic Favorit Internasional: Jimmy Carr
Comic Favorit Indonesia: Sammy DP (@notaslimboy)
————————————————————————————————
————————————————————————————————-

*balik ke tulisan gue lagi*

Rindra menjadi syahdu dengan dirinya. Pandji keren dengan dirinya. Ernest Prakasa memancing tawa penonton dengan caranya. Ya, mereka telah sukses membentuk dirinya sendiri yang menjadikannya mudah dikenali oleh orang-orang. Apakah salah kalau kita menjadi mereka atau memirip-miripkan diri dengan mereka ? Tidak salah ! Tapi ada satu hal yang bisa dipertimbangkan. Karena di bumi ada milyaran orang hidup dengan keunikannya masing-masing dan juga persamaannya masing-masing. Sungguh sulit untuk mencari originalitas yang benar-benar original.

Yang kita tau, pelajari lah yang baik dan benar, dari mana pun asalnya itu. Karena baik dan kebaikan akan terus membawa kita menjadi baik. Pelajarilah, kemudian sesuaikan dengan kepribadian kita. Karena itu menyangkut dengan kenyamanan. Di dalamnya juga menyangkut keunikan dan identitas, yang telah diberikan secara original dari Tuhan langsung pada ciptaan-Nya.

3 komentar:

Dito Pramu mengatakan...

hahaa kampret nama gue dibawa-bawa ;D

Kukuh Kurniawan mengatakan...

iya, aku juga suka sama si rindra. pembawaannya tenang. tapi bisa bikin orang ketawa terbahak bahak. trus karakternya yang nggak main aman itu cuman bisa disaingi sama @setiawanyogy :D

toko penjual ace maxs mengatakan...

wah mantep keren banget

Posting Komentar