0 komentar

Bulan


Agustus 2010 gue hijrah dari Bekasi ke Yogyakarta dengan berkepala bulat dengan rambut sekedarnya, masuk ospek dengan teman seadanya, sekenalnya.

November 2010 gue jadian dengan perempuan kelahiran September yang begitu menyenangkan, dan menyayangi gue apa adanya, bukan ada apanya. Orang yang mau setia dan menunggu gue untuk pulang lagi karena tiap hari harus terpisah jarak 500 KM jauhnya. Jarak itu harus dijalani dimulai tanggal 10 bulan itu.

 Agustus 2011 gue masih bermain dengan sahabat dekat. Orang yang gue jadikan tempat cerita dan bertukar pikiran, bercerita tentang masalah  per akademikan, pergaulan, liburan, dan rumah tangga. Ya, dia suka cerita tentang lelakinya, gue pun suka menceritakan perempuan yang jadian dengan gue saat November 2010.

Sekarang, September 2014.

Gue bertemu lagi dengan bulan yang sama setiap tahunnya. September lagi.. September lagi.. Lo lagi.. Lo lagi…

Tapi sekarang lo dateng dengan keadaan yang sudah berubah. Seperti yang selalu gue temui ketika pulang ke rumah. Anak tetangga yang dulu gue tau baru bisa jalan, sekarang sudah mulai lancar berlari walau masih belum dengan keseimbang an penuh. Cuma dalam jangka waktu 3 bulan.

Ya. Lo dateng dengan keadaan yang berbeda. September 2010 gue masih belajar menghafal nama - nama teman baru gue. September 2011 gue lagi memelajari hubungan antara dua orang, laki-perempuan. September 2012 gue lagi meniti karir sebagai mahasiswa walau dengan ketidak seimbangan di sana - sini. September 2013 gue sedang berada di gelap malam dalam kereta malam Argo Lawu waktu melakukan perjalanan kembali ke Jogja dari Bekasi setelah sebelumnya, Juli - Agustus, harus melewati KKN di desa orang. Sekarang, September 2014 lo sedang membuat gue deg-deg-an. Karena gue menulis ini pun sedang dibawah tekanan pendaftaran skripsi. Ya. Seharusnya masa kuliah gue sudah selesai Agustus, bulan lalu. Sedangkan malam ini merupakan hari pertama pendaftaran sidang skripsi yang akan digelar Oktober mendatang. Dan di September ini pun gue akhirnya harus merasakan tidur di rumah sakit dari senin hingga jumat.

7 Agustus lalu gue bertambah usia menjadi 22 tahun, sedangkan 20 Agustus lalu sahabat gue tidak bisa merasakannya. Bagaimana bisa ? Menginjakkan usia di 20 tahun pun dia tidak bisa. Allah berkehendak lain untuk memanggilnya pulang. "Sorry ya Di, gue belom sempet ngenalin Mel ke lo, tapi kita udah ketemu orang tua lo kok, ketemu Ka Ria juga."

Seharusnya sekarang gue sedang mengedit naskah dan makalah skripsi yang harus dikumpulkan besok, tapi kenapa gue malah nulis ini ?

Ngga tau.

Gue berkesan aja sama lo, Bulan. Tiap hari ketemu, berganti, bervariasi tiap 30 - 31 hari sekali. Dengan nama yang sama, tapi membawa cerita yang berbeda.

48 Bulan sudah gue lewati di Kosan ini, empat kali Juli, empat kali Agustus, dan sekarang masuk September yang kelima. Masih belom dapet huruf tambahan di nama belakang gue. Huft.

Hai Bulan. Terlepas dari senang tidaknya orang akan tanggal - tanggal penting yang dibebankan pada meraka. Gue tetap suka sama lo, ngga pernah bosen ketemu lo lagi. Apalagi untuk mengetahui dan mendapatkan pelajaran - pelajaran yang bisa gue ambil dari sekeliling. Entah itu terjadi pada gue langsung, atau pada orang lain.

Yang gue dan orang - orang rasa hingga detik ini tetaplah atas Kuasa Tuhan, Allah Swt.

Tanpa-Nya, kita ngga akan bisa ngerasain kerasnya pemilu Presiden Juli kemarin. Tanpa Ijin-Nya kita ngga bisa menikmati yang namanya Android dengan segala kenikmatan di dalamnya. Ada Path, Line, Whatsap, dan Gmaps nya pas lagi nyasar. Terlepas dari seberapa canggihnya hp kita. Ada yang seadanya, ada yang bisa selfie-an dan ada yang kalo foto bisa sampai keliatan organ dalemnya. Masih mau ngeluh karena ngebanding-bandingin dengan orang lain?

Yang gue percaya dan dijanjikan oleh Tuhan gue sih satu, Ketika kita bersyukur atas apa aja yang kita rasain, maka akan ditambahkan nikmatnya, tapi ketika kita ingkar atas itu semua, Sesungguhnya siksa Nya amat pedih.
15 komentar

Kerja Praktek GMF AeroAsia



Semester 7 gue persembahkan untuk Kerja Praktek. Kewajiban kuliah ini baru bisa gue laksanakan Bulan November - Desember 2013 ini.  Gue alhamdulillah bisa KP di GMF AeroAsia, tau kepanjangannya ngga ? Itu lho Garuda Maintenance Facility. Tau ngga itu apa ? Bengkel pesawat. Keren kan ? Ya keren dong. Menurut gue.

Background gue adalah mahasiswa teknik elektro konsentrasi ketenagaan atau sistem tenaga listrik atau gampangnya juga disebut arus kuat. Kebanyakan senior atau temen seangkatan gue yang KP di sana adalah mahasiswa arus rendah, biasanya di konsestrasi telekomunikasi yang bahas komunikasi udara, konsentrasi instrumentasi dan kendali dan elektronika.

Untuk mahasiswa ketenagaan yang KP di GMF baru sedikit banget. Soalnya kita biasa di bagian sistem tenaga listriknya. Yang gue pelajarin di kampus pun yang ngena adalah jaringan sistem transimis, distribusi, pembangkitan listrik, mesin dan generator listrik. Alasan gue kp di sana Cuma bermodal mata kuliah mesin listrik itu.

Senior - senior yang ingin gue konsultasiin di back ground yang sama pun ngga ada. Mahasiswa STL terakhir yang KP di GMF udah jadi status alumni. Belakangan entah kenapa gue seneng banget sama yang namanya pesawat. Mungkin karena di sekitar gue belom ada yang di rumahnya parkir pesawat. Yang ada di kepala gue sekarang semoga gue bisa bekerja di perusahaan air lines. Nah, untuk bisa kesitu seenggaknya untuk orang awam kaya gue harus belajar sedikit dulu, makannya gue modal nekat aja. Gue ajak satu temen sejurusan yang juga satu SMA, nama panggilanya Rino.

Kita empat minggu di sana. Kita apply dari 5 bulan sebelum pelaksanaan. Ternyata emang ada ketentuannya juga dari gmf, minimal apply itu 3 bulan sebelum pelaksanaan. Gue apply 6 bulan sebelum. Masih aman lah yaa ??

Awalnya gue apply untuk oktober, tapi gue tungguin sampai abis lebaran belom dipanggil juga, permohonan gue belom diapprove. Gue kalut. Akhirnya gue mencoba memfollow up by phone. Dan Alhamdulillah akhirnya gue diterima. Surat panggilan pun tiba.

Kita ditempatkan di Workshop 2, yaitu tempat component maintenance. Awalnya gue dibawa ke lantai dua. Unitnya disebut TCA, A nya itu avionics. Ya komponen avionics gitu. Nah kaitannya ke arus rendah, pas mau briefing awal sama pak Ahmay Shaymay (kalau ngga salah namanya begitu) kita ditanya jurusannya apa. Gue jawab teknik elektro. Arus lemah apa kuat ? Gue jawab kuat. Eh dia ketawa….

"Wah salah kamar kalian. Arus kuat tuh di bawah. Yok turun." Dia ngajak gue dan Rino ke bawah.

Kemudian gue dipasrahkan ke pak Herman di TCE 1, TCE ini tentang electro mechanical, ada beberapa bagian besar tapi gue lupa apa aja. Di tempat gue yaitu di TCE-1 ini ngurusin battery, generator, CSD, lamp, coffee maker, oven, battery pack buat di dalam pesawat. Ya kan tadi gue udah bilang di depan kalau ini component maintenance.

Sebelum bisa KP di sini, kita harus bikin ID Card, semacam security clearance gitu. Ini kan kawasan berikat, ngga semua orang bisa masuk dan mondar - mandir di dalam. Sistem satu pintu, masuk keluar dari pintu yang sama, dengan harus melewati X-Ray, dan tas bawaan kita pun masuk X-ray. Ngga Cuma itu, laptop pun harus didata. Kalau inventaris perusahaan ada bar code nya. Kalau barang pribadi ada kertas tabelnya. Sebelum masuk harus diperiksa security, dicocokin Merk, Serial numbernya. Pas masuk ditanda tangan, pas keluar pun harus ditanda tangan. Kalau hilang kertasnya ? Barangnya ngga bisa keluar. Serius. Dapet cerita dari pak Toto kalau waktu itu ada orang masuk, kertasnya ilang. Barangnya ditahan.

Gue, Rino, Arie dan Pak Suprapto (aircraft battery expert)
Security clearance test juga asoy. Ngerjain soal materinya kebangsaan dan kewarganegaraan. Tanda tanggan di atas materai. Dulu pernah ada mahasiswa dari Aceh gagal tes security clearance, akhirnya disuruh pulang ke daerah asalnya, padahal udah bayar kos, dan berapa harga tiketnya Aceh - Jakarta ?? Kasian ya. Makannya ngerjainnya yang serius. Wawasan kebangsaan anak kampusnya dinilai di sini.

Foto Bersama TCE-1 Waktu Hari Terakhir Gue dan Rino KP


Bagian yang paling bikin excited adalah di bagian Hangar. Kapan lagi bisa ngelus - ngelus pesawat dari dekat. Ngeliat langsung, memerhatikan perbedaan jenis pesawat Cuma dari fisiknya. Gue sama Rino belajar tentang aircraft battery, generator. CSD. Dan GCU. Karena komponen itu yang menurut karyawan dan menurut kita paling dekat dengan bahasan bahan kuliah di kampus.

Lingkungannya enak banget, damai, sederhana, ramah - ramah, menerima dengan lapang, mau sharing, dan membagi ilmunya. Di sana gue bisa liat implementasi nyata santai tapi serius. Saat lagi nanganin komponen pun masih bisa diselingi bercanda sesekali. Indonesia keren juga punya MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) sendiri. Belakangan maskapai sebelah juga mau punya MRO sendiri. Maklum pesawatnya banyak banget.

Gue ngekos di perumahan terdekat dari sana, Yes ! Perumahan Bandara Mas. Itu campur gitu, di depannya kaya kompleks pergudangan, tapi masih asri kok, jalanannya lebar-lebar. Nah perumahannya agak di dalam. Gue ngekos di blok X - 3. punya pak dan bu RT. Hehe.. Dari situ gue jadi kenal pilot junior Air Asia. Depan kosan pun kosan pramugari Garuda Hehe.. Syahdu lah pokoknya.

Kawasan berikat jadi ngga gampang buat ambil gambar. Paling ngga harus ijin, itu pun ijin - ijinan. Soalnya pegawainya juga bilang, yaa jangan terlalu ketauan ya. Pelan - pelan dan hati - hati.

Yang Di Belakang Itu Boeing 777



Gue dan Rino